Disdik Balikpapan Usulkan Pembangunan Terminal Ompreng untuk Mendukung Distribusi MBG
Kadisdik Balikpapan, Irfan Taufik, saat diwawancara langsung oleh awak Nomorsatukaltim. -(Disway Kaltim/ Salsa)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mengusulkan pembangunan fasilitas penyimpanan wadah makanan (terminal ompreng) di setiap sekolah, sebagai bagian dari penataan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usulan tersebut muncul untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi ketika tiba lebih awal sebelum jam istirahat.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menjelaskan bahwa di lapangan masih ditemukan perbedaan durasi waktu antar sekolah dalam menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam beberapa kasus, makanan tiba 30 hingga 60 menit sebelum waktu makan. Kondisi tersebut membuat sekolah perlu memiliki ruang penyimpanan yang higienis dan suhunya terjaga.
"Sekolah perlu tempat penyimpanan khusus ketika makanan datang lebih awal. Ruang itu harus terkontrol suhunya, bersih, dan dapat menjaga kelayakan makanan sampai jam konsumsi," kata Irfan saat ditemui, Selasa (11/11/2025).
Ia mengungkapkan bahwa terminal ompreng akan menjadi lokasi transit wadah makanan sebelum dibagikan kepada siswa melalui petugas dan satgas pelaksana di sekolah.
Fasilitas itu diusulkan pihaknya, untuk menjadi bagian standar sarana pendukung program seiring peningkatan cakupan layanan.
Saat ini, pelaksanaan Program MBG di Kota Balikpapan berjalan bertahap, seiring kesiapan dapur penyelenggara dan mekanisme distribusi.
Total penerima manfaat potensial di semua jenjang pendidikan mencapai sekitar 142 ribu siswa, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP dan SMA. Namun, dari jumlah tersebut, baru sebagian yang telah terlayani.
Pada jenjang PAUD, tercatat sekitar 15.977 anak sebagai sasaran penerima, tetapi baru sekitar 685 anak yang telah mendapatkan layanan makan bergizi gratis. Artinya, cakupan program di tingkat PAUD masih berada di kisaran 4 persen.
Di jenjang sekolah dasar, sasaran penerima program lebih besar, yaitu sekitar 65.531 siswa. Hingga saat ini, program baru menjangkau sekitar 12.256 siswa, atau sekitar 18 persen dari total yang direncanakan.
Sementara itu, pada tingkat sekolah menengah pertama, terdapat sekitar 29.891 siswa yang menjadi sasaran program. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.555 siswa telah menerima makanan bergizi gratis, sehingga cakupannya berada pada kisaran 28-29 persen, angka cakupan tertinggi di antara tiga jenjang tersebut sejauh ini.
Jika digabungkan dengan jenjang SMA yang jumlah siswanya mencapai sekitar 32 ribu orang, terlihat bahwa sebagian besar penerima manfaat potensial di Balikpapan masih menunggu giliran layanan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyiapan sarana pendukung, termasuk terminal ompreng dan penataan tenaga pendukung menjadi aspek penting sebelum program diperluas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
