Olimpiade Bahasa Arab UINSI Samarinda Berlangsung Meriah, Panitia Harap Tahun Depan Lebih Sukses
Pemenang lomba Olimpiade Bahasa arab yang digelar program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UINSI Samarinda.-Rahmat-Disway Kaltim
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Rangkaian kegiatan Olimpiade Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi ditutup pada Jumat 18 Oktober 2025.
Penutupan berlangsung meriah dengan penampilan lomba nasyid yang diikuti lima peserta dari kelompok Masjid Arkapella.
Ketua Panitia, Muhammad Wildan menjelaskan bahwa lomba nasyid menjadi penutup rangkaian kegiatan sekaligus hiburan bagi peserta sebelum pengumuman pemenang.
“Lomba terakhir itu nasyid, jadi ada yang nyanyi dan ada yang beatbox. Tujuannya biar sambil menunggu pembagian hadiah juga bisa jadi hiburan di hari terakhir,” ujarnya.
BACA JUGA:Apresiasi Kegiatan Olimpiade Bahasa Arab, Kemenag Samarinda Sebut Sejalan dengan Program Kerja
Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah pimpinan kampus, di antaranya Ketua Ittihadut Thalabah Al-‘Arabiyyah (ITLA) Indonesia, Edy Murdani, yang mewakili Rektor UINSI Samarinda.
Turut hadir pula Ustadz Ihsanuddin Masuddar, selaku Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, serta Sukimin, perwakilan dari jajaran dekanat.
Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang dari lima cabang lomba, yakni Olimpiade Bahasa Arab, Khithobah (pidato), Nasyid Arabi, Kaligrafi, dan Imla Arabi (dikte bahasa Arab).
“Setiap lomba ada tiga pemenang juara satu, dua, dan tiga masing-masing mendapat piala, sertifikat, dan uang pembinaan,” jelas Wildan.
Wildan menambahkan, kegiatan Olimpiade Bahasa Arab bukanlah agenda baru.
BACA JUGA:Fasilitas TPI Kenyamukan Masih Memprihatinkan, Nelayan Merasa Tidak Aman
Ajang ini telah menjadi tradisi tahunan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UINSI selama hampir sembilan tahun
“Kalau tidak salah ini sudah berjalan sekitar delapan atau sembilan tahun. Dulu namanya Saharul Lughah. Ini sudah jadi event tahunan yang tidak pernah ketinggalan,” katanya.
Meski momentum Bulan Bahasa sebenarnya jatuh pada November sampai Desember, pihak panitia memilih untuk menggelar kegiatan lebih awal pada Oktober.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

