Fasilitas TPI Kenyamukan Masih Memprihatinkan, Nelayan Merasa Tidak Aman
Kondisi Pelabuhan TPI Kenyamukan.-Sakiya/Disway Kaltim-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Ketua DPRD Kutim Jimmi menilai fasilitas dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Kenyamukan belum membuat nelayan nyaman.
“Tentu memang fasilitas kita masih kurang dari layak. Seperti kita lihat saja kondisi dermaga kita ini sudah masih di muara sungai, belum ada lokasi yang betul-betul relevan untuk mengamankan kapal-kapal para nelayan,” ujar Jimmi baru-baru ini.
Lokasi yang masih berada di muara sungai membuat kapal-kapal nelayan sering berhadapan langsung dengan arus deras. Belum lagi pasang surut air laut yang sulit diprediksi.
BACA JUGA: KSP Dorong Kutim Gandeng Perusahaan Besar untuk Tangani Stunting di Tengah Efisiensi
Banyak nelayan mengeluh. Ketika air surut perahu mereka sulit keluar. Sementara saat pasang tinggi, ancaman ombak besar selalu mengintai.
Kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Meski secara administrasi Kenyamukan telah ditetapkan sebagai kawasan pelabuhan utama Kutai Timur, kenyataannya fasilitas yang tersedia masih minim.
BACA JUGA:Jalan Simono Dijadikan Lokasi Sekolah Rakyat, Biaya Pematangan Lahan Lebih Murah
Tidak hanya dermaga yang sempit dan belum tertata, tetapi juga belum ada area sandar yang memadai bagi kapal nelayan saat cuaca buruk.
Menurut Jimmi, semestinya pelabuhan Kenyamukan bisa menjadi pusat kegiatan maritim di Kutim.
Sebagai kabupaten dengan garis pantai yang panjang dan potensi laut melimpah, Kutim seharusnya memiliki fasilitas pelabuhan yang representatif.
Namun realitas di lapangan berkata lain. Para nelayan masih harus mengandalkan tempat-tempat seadanya untuk menambatkan kapal.
“Kalau kita bicara sektor kelautan, tentu keberadaan pelabuhan itu kunci. Tapi selama infrastruktur dasarnya belum siap, masyarakat nelayan tidak bisa berkembang. Mereka masih bertaruh dengan kondisi alam setiap kali melaut,” ucapnya.
Selain persoalan keamanan, Jimmi juga menyoroti aspek ekonomi yang ikut terdampak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

