Warga Terdampak Proyek Terowongan Samarinda Minta Pekerjaan Dihentikan Sementara
Warga Kelurahan Sungai Dama mengeluhkan kondisi rumah mereka akibat proyek terowongan, di Kantor Kelurahan Sungai Dama. -Rahmat/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Sejumlah warga di Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, meminta pengerjaan proyek uji beban Terowongan Samarinda dihentikan sementara.
Warga menilai aktivitas alat berat dan kendaraan proyek telah menyebabkan getaran kuat. Akibatnya, sejumlah rumah dan fasilitas di lingkungan sekitar ikut rusak.
Keluhan tersebut diutarakan saat pihak Camat Samarinda Ilir menginisiasi pertemuan, antara warga terdampak dengan pihak kontraktor, Kamis 16 Oktober 2025.
BACA JUGA:Rumah Goyang hingga Dinding Retak Imbas Proyek, Warga Geruduk Pembangunan Terowongan Samarinda
“Kami minta pekerjaan terowongan di-stop dulu. Kami minta dampak-dampak yang ada diperbaiki, seperti drainase di atas yang tidak sesuai jalur. Tanah jadi longsor, rumah kami retak-retak,” keluh Risma, salah satu warga terdampak.
Menurut Risma, getaran akibat kendaraan besar proyek terasa hampir setiap hari. Terutama saat malam ketika aktivitas alat berat berlangsung.
BACA JUGA:Temukan 22 Pesantren yang Tidak Terdaftar, Kantor Kemenag Kota Samarinda Berikan Teguran Keras
Warga mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak kelurahan dan kontraktor, namun belum mendapat tanggapan yang memadai.
BACA JUGA:Warga Samarinda Ulu Kelola Sampah Menjadi Berbagai Kerajinan
“Sudah kami sampaikan ke lurah, sudah ditinjau juga, tapi tidak ada tindak lanjut. Tadi malam getarannya sampai seperti gempa. Itu sebabnya kami akhirnya marah dan menggelar aksi protes,” ujarnya.
Ia menambahkan, keretakan pada rumah warga mulai muncul sejak awal proyek dikerjakan. Retakan semakin parah seiring meningkatnya aktivitas alat berat di lokasi.
“Sejak ada bulldozer naik ke atas, rumah langsung retak. Di dapur paling parah, lantainya sampai turun. Awalnya kecil, lama-lama renggang,” tuturnya.
Risma juga membantah adanya sosialisasi resmi dari pihak kontraktor kepada warga sebelum proyek dimulai.
BACA JUGA:Pemkot Samarinda Panggil Pengembang, Pembangunan Perumahan Diduga Sebabkan Banjir Lumpur
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

