Kreatif Promosi di Medsos, Pedagang Buah Segar di Kutai Barat Ini Bisa Jadi Inspirasi UMKM
Pedagang buah segar di Kutai Barat ini promosi dagangannya di Facebook.-Eventius/Nomorsatukaltim-
KUTAI BARAT, NOMORSATUKALTIM – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan buah segar, seorang wanita muda di Barong Tongkok, Kutai Barat, berhasil membuktikan bahwa peluang usaha bisa tumbuh dari ketekunan dan strategi promosi yang cerdas.
Namanya Uchi (29), pemilik toko buah di Jl. D.I. Panjaitan, Kecamatan Barong Tongkok. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2012 dengan modal kecil kini berkembang pesat dan menjadi salah satu toko buah yang paling banyak dikunjungi warga.
Pada Senin 13 Oktober 2025, suasana di toko Uchi tampak ramai. Tumpukan buah-buahan segar seperti jeruk, apel, pisang, semangka, anggur, hingga durian tersusun rapi. Aroma khas buah segar menyambut setiap pelanggan yang datang.
“Awalnya saya hanya jualan kecil-kecilan, dulu masih di rumah dan belum punya toko. Tapi sejak aktif promosi di Facebook, penjualan naik drastis. Orang jadi tahu kalau di Kutai Barat bisa beli buah segar dengan harga terjangkau, seperti di Jawa,” ujar Uchi sambil melayani pembeli.
BACA JUGA: Saatnya Investor Lirik UMKM Berdaya Saing Ekspor, Produk Lokal Kalimantan Bernilai Ekonomi Tinggi
Menurutnya, promosi di media sosial menjadi kunci utama dalam mengembangkan usahanya. Ia aktif mengunggah foto-foto stok buah, promo harian, hingga testimoni pelanggan.
“Saya tidak punya strategi khusus, cukup rajin posting aja. Sekarang orang lebih cepat tahu lewat Facebook. Kadang pembeli pesan lewat chat dulu baru datang ke toko,” katanya.
Uchi mengaku omzet penjualan buahnya kini mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta per hari, tergantung stok dan musim.
Jika dirata-rata, penghasilan bulanannya mencapai belasan juta rupiah, angka yang tergolong besar untuk usaha skala rumah tangga di Kutai Barat.
“Alhamdulillah, hasilnya lumayan. Saya bisa bantu keluarga dan juga buka lapangan kerja kecil. Ada dua orang yang bantu di toko, bagian sortir dan jaga kasir,” tuturnya.
Salah satu faktor yang membuat tokonya disukai warga adalah fleksibilitas dalam harga. Pembeli tidak harus membeli dalam jumlah besar.
“Boleh beli sesuai anggaran. Mau setengah kilo, seperempat kilo, atau campur beberapa jenis juga bisa. Yang penting semua bisa makan buah segar,” jelasnya.
Buah-buahan di tokonya dipasok dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Samarinda, hingga Balikpapan. Untuk buah impor seperti apel dan anggur, Uchi mendapatkannya dari distributor besar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

