Keuntungan Pelindo Semester I 2025 Catatkan Laba Sebesar Rp309 Miliar
SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Jasa Maritim, Patrick Tribudi Utama Iskandar.-Mayang Sari-Disway Kaltim
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), anak usaha PT Pelindo (Persero), mencatatkan kinerja mengesankan sepanjang semester I tahun 2025.
Di tengah agenda restrukturisasi dan konsolidasi bisnis, SPJM sukses membukukan laba usaha sebesar Rp309,01 miliar.
"Untuk semester pertama sudah lebih dari Rp300 miliar. Itu lumayan bagus, ya. Ini menunjukkan bahwa transformasi yang sedang kami jalankan mulai membuahkan hasil," ungkap SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, Rabu 24 September 2025.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2025, SPJM meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,74 triliun, dengan beban usaha sebesar Rp3,43 triliun, sehingga laba usaha bersihnya mencapai Rp309 miliar.
Total aset perusahaan saat ini tercatat sebesar Rp7,47 triliun.
BACA JUGA:Samsat Kubar Dorong Peningkatan Layanan Publik dan Optimalkan Penerimaan Daerah
Patrick menegaskan, kinerja positif ini tak lepas dari strategi efisiensi yang dijalankan manajemen, serta komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
"Kami tidak hanya bicara soal angka, tetapi juga soal kontribusi terhadap negara. Laba ini nantinya akan menjadi setoran dividen ke kas negara melalui mekanisme PNBP," jelasnya.
Walaupun mencetak laba signifikan, Patrick menegaskan bahwa target utama SPJM di tahun ini bukan hanya profit.
"Jujur saja, laba itu penting. Tapi tahun ini fokus kami adalah efisiensi dan konsolidasi internal. Kami sedang menyatukan unit-unit usaha agar lebih ramping dan gesit," katanya.
Ia menjelaskan bahwa proses konsolidasi memang memerlukan biaya awal, seperti untuk likuidasi entitas tertentu.BACA JUGA:Ketua DPRD Mahulu Harap Bupati dan Wabup Baru Mampu Wujudkan Perubahan Pembangunan
"Tapi ini investasi. Dalam jangka panjang, semua unit akan berada di bawah sistem yang seragam, dengan standar operasional yang sama, dan tentu saja lebih hemat," katanya.
Patrick juga menyebut digitalisasi sebagai salah satu kunci.
"Kita sedang dorong digitalisasi di semua lini. Tujuannya sederhana: supaya lebih cepat, transparan, dan murah. Jadi bukan hanya efisien buat kita, tapi juga untuk pengguna jasa," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

