Bankaltimtara

Meski Tumbuh 9,82 Persen, Ekonomi Kutim Masih Ketergantungan Batu Bara

Meski Tumbuh 9,82 Persen, Ekonomi Kutim Masih Ketergantungan Batu Bara

Ilustrasi daerah pertambangan di Kutim.-istimewa-

KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Pertumbuhan ekonomi Kutim pada 2024 mencapai 9,82 persen. Melampaui rata-rata nasional yang hanya sekitar 5 persen.

Meski menjadi kabar baik, Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan bahwa laju ini masih dibayang-bayangi ketergantungan tinggi terhadap sektor pertambangan, khususnya batu bara.

Kepala BPS Kutim, Widiyanto, mengatakan sektor tambang masih menjadi penopang utama struktur ekonomi daerah.

Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim mencapai 75,53 persen, jauh di atas sektor lain.

BACA JUGA:Pemkab Kutim Validasi Ulang Data Kemiskinan: Ada yang Terdata Miskin Tapi Punya Mobil

“Dominasi tambang memang sangat besar. Tapi perlu diingat, sektor ini tidak menyerap banyak tenaga kerja jika dibandingkan dengan sektor pertanian,” ujarnya, Minggu 10 Agustus 2025.

Meski PDRB Kutim tumbuh signifikan, dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat dinilai belum optimal. BPS mencatat, PDRB per kapita justru turun 6,75 persen dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Dulu Penampung Air, Kini Jadi Wisata Populer: Embung Banyu Langit Disulap Jadi Destinasi Keluarga

Penurunan ini terjadi karena pertumbuhan jumlah penduduk lebih cepat dibanding pertumbuhan ekonomi.

“PDRB per kapita itu dihitung dari total PDRB dibagi jumlah penduduk. Kalau penduduk bertambah lebih cepat, meskipun PDRB naik, nilai per kapita bisa turun,” jelas Widiyanto.

Data BPS menunjukkan, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kutim. Namun kontribusinya terhadap PDRB masih tertinggal jauh di belakang pertambangan.

Kondisi ini membuat pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan tersendiri.

Ketergantungan yang terlalu besar pada komoditas tambang juga membuat perekonomian Kutim rentan terhadap gejolak harga global.

Penurunan harga batu bara pada 2024, misalnya, turut menyeret indeks implisit Kutim dari 160,81 menjadi 138,76.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait