Pengelola Sentra Kuliner Akui Keamanan Masih Terbatas, Pedagang Harap Ada Penggantian Rombong Terbakar
Pusat kuliner Gubah yang terbakar tinggal menyisakan puing-puing. -Salsabila/Disway kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Musibah kebakaran yang terjadi di Sentra Kuliner Gubah, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, pada Senin (4/8/2025) dini hari, meninggalkan luka dan kerugian bagi para pelaku usaha di lokasi tersebut.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.50 Wita itu menghanguskan sedikitnya 34 rombong pedagang.
Terpantau di lokasi, tim dari Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) dan jajaran Polsek Balikpapan Selatan melakukan penyidikan di titik kebakaran.
BACA JUGA:34 Rombong Ludes dalam Kebakaran Pusat Kuliner Gubah Balikpapan Selatan
Para pedagang pun berkumpul sambil melihat sisa-sisa rombong mereka yang hangus terbakar. Beberapa dari mereka tampak tak kuasa menahan tangis, menyaksikan usaha yang telah mereka bangun selama tiga bulan terakhir ludes dalam semalam.
Haryadi, pengurus LPM yang juga diperbantukan sebagai pengelola kawasan kuliner, mengatakan bahwa dirinya mengetahui kejadian ini saat sedang menghadiri tahlilan di rumah rekannya.
"Saya dikabari oleh Pak Andri, anggota Satgas, sekitar pukul 01.30 dini hari," katanya kepada Nomorsatukaltim saat ditemui di lokasi.
BACA JUGA:Siswa SMAN 8 Balikpapan Cetak Cuan dari Produk Custom di Harkopnas 2025
Ia menjelaskan bahwa selama ini pengamanan kawasan dilakukan secara bergilir oleh dua petugas Satgas setiap malam.
Diketahui, tugas mereka lebih difokuskan pada pengawasan ketertiban pedagang, kebersihan lingkungan, dan pengaturan kendaraan di sekitar area kuliner.
Meski demikian, dari sisi keamanan teknis seperti CCTV masih belum tersedia.
BACA JUGA:Nelayan Balikpapan Terdesak: Laut Tercemar, Ruang Tangkap Menyempit
"Kawasan kuliner ini masih baru, sekitar tiga bulan berjalan. CCTV memang belum ada. Ini jadi masukan penting untuk evaluasi kami ke depan. Insyaallah akan kami dorong agar ada pemasangan CCTV demi keamanan pedagang juga," ucap Haryadi.
Ia menyebut, seluruh rombong yang ada saat ini merupakan milik pedagang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

