Bankaltimtara

Pengelola Sentra Kuliner Akui Keamanan Masih Terbatas, Pedagang Harap Ada Penggantian Rombong Terbakar

Pengelola Sentra Kuliner Akui Keamanan Masih Terbatas, Pedagang Harap Ada Penggantian Rombong Terbakar

Pusat kuliner Gubah yang terbakar tinggal menyisakan puing-puing. -Salsabila/Disway kaltim-

"Pengadaan rombong diseragamkan, tapi pedagang yang membeli. Kami dari pengelola hanya memfasilitasi dan bekerja sama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM," jelasnya.

Haryadi mengatakan, tidak ada sistem sewa untuk menempati rombong di kawasan kuliner Gubah ini.

"Sistemnya bukan sewa, hanya retribusi harian sebesar Rp35 ribu. Itu sudah mencakup kebersihan, listrik, parkir, dan air," lanjutnya.

BACA JUGA:Langgar SK Gubernur Soal Tarif, Pemprov Kaltim Segel Kantor Operasional Maxim di Samarinda

Ia turut menyampaikan keprihatinan atas musibah ini dan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para pedagang untuk menyusun langkah tindak lanjut, termasuk potensi bantuan dan evaluasi sistem keamanan.

Sementara itu, Ali, salah satu pedagang yang rombongnya turut terbakar, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya.

BACA JUGA:Balikpapan Bentuk Satgas Gabungan Tertibkan Parkir Liar, Sanksi Ban Kempes hingga Diangkut Paksa

"Biasanya rombong saya taruh di luar, tapi malam itu istri saya suruh taruh ke dalam. Ternyata tetap saja ikut terbakar semua. Yang bisa diselamatkan cuma kompor gas," ungkapnya.

Ali memperkirakan kerugiannya mencapai Rp12 juta. Namun, disamping itu ia dan istri tidak punya usaha lain. 

"Kami berharap pemerintah bisa bantu penggantian rombong. Kami rakyat kecil, mau mulai dari mana lagi?" ujarnya dengan nada lirih.

BACA JUGA:Dari Retribusi ke Pajak, ke Mana Larinya Uang Parkir Balikpapan?

Sejumlah pedagang lainnya turut menyuarakan hal serupa, berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat segera menindaklanjuti musibah ini dengan langkah nyata.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kawasan kuliner ditutup sementara waktu, sambil menunggu hasil investigasi dan keputusan pengelola terkait langkah penanganan lebih lanjut.

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: