Bankaltimtara

Perang di Perbatasan Thailand dan Kamboja, Ini Kronologi dan Kekuatan Militernya

Perang di Perbatasan Thailand dan Kamboja, Ini Kronologi dan Kekuatan Militernya

Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket ganda BM-21 di Provinsi Preah Vihear. -IST/India Today-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Insiden saling tembak di perbatasan Thailand dan Kamboja menewaskan 9 warga sipil, Kamis 24 Juli 2025. Peristiwa itu disebut menjadi eskalasi konflik terparah sejak bentrokan pada Mei 2025 yang menewaskan 1 tentara Kamboja.

Dilansir dari AP, Kementerian Pertahanan Thailand menyebut korban terbanyak berada di Provinsi Si Sa Ket, di mana enam orang tewas setelah tembakan diarahkan ke sebuah pom bensin. Setidaknya 14 orang lainnya luka-luka di tiga provinsi perbatasan.

Ketegangan di perbatasan sudah melibatkan serangan roket, penggunaan drone, hingga penanaman ranjau darat.

Dihimpun dari berbagai sumber, kornologi awal terjadinya ketegangan antara kedua negara semakin memanas sejak pertengahan Juni 2025.

BACA JUGA: Dulu Bangga Gabung Tentara Rusia, Satria Arta Kumbara Kini Memohon Pulang ke Indonesia, Begini Tanggapan Kemlu

Salah satunya bocoran rekaman percakapan antara Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra dan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada 15 Juni yang memicu krisis politik di Bangkok.

Rekaman yang mengkritik pejabat militer memicu kemarahan publik dan berujung pada skorsing Paetongtarn oleh Mahkamah Konstitusi pada 1 Juli 2025. Kondisi itu diperparah dengan gelombang protes besar di Bangkok sehinggastabilitas politik dalam negeri memburuk.

Llau, pada 23 Juli 2025, 5 personel militer Thailand terluka akibat ledakan ranjau di Distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani yang memicu pengerahan pasukan besar-besaran dalam operasi Chakraphong Phuwanat.

Akibatnya, Thailand menuding Kamboja bertanggung jawab atas pemasangan ranjau, sementara Kamboja menyebut ledakan tersebut berasal dari sisa ranjau peninggalan perang lama.

BACA JUGA: 25 Warga Palestina Tewas Ditembaki Tentara Israel Saat Berkumpul Mencari Makanan

Eskalasi semakin memanas setelahnya, tepatnya pada 24 Juli 2025, di sekitar kompleks Candi Ta Muen. Thailand menuding pasukan Kamboja melepaskan tembakan pertama pada pukul 08.20 pagi waktu setempat.

Bentrokan pun meluas ke beberapa wilayah perbatasan, termasuk Ta Krabey dan Phnom Khmao. Dua roket BM-21 menghantam Distrik Kab Choeng, Surin, menewaskan enam warga sipil dan melukai belasan lainnya.

Bahkan, Angkatan Udara Kerajaan Thailand melancarkan serangan udara ke posisi militer Kamboja di Provinsi Preah Vihear.

Kamboja mengecam serangan udara tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara pihak Thailand menyatakan tindakan itu sebagai bentuk perlindungan terhadap warga sipil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: