Polemik Banjir Terus Berulang, Anhar Minta Pemkot Samarinda Lakukan Evaluasi
Anggota DPRD Samarinda Anhar. -mayang/disway kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Anggota Fraksi PDIP DPRD Samarinda Anhar mengkritik masih rutinnya fenomena banjir di Kota Tepian.
Sebab, beberapa titik ruas jalan yang tidak pernah banjir kini ikut tergenang. Titik-titik lokasi rawan banjir ini pun bertambah saat intensitas curah hujan yang tinggi, dan naiknya Tinggi Muka Air (TMA) menjadi faktor penyebab banjir di Kota Samarinda.
Anhar pun menyampaikan keprihatinannya, Sebab tak hanya satu-dua kali musibah ini merugikan masyarakat.
BACA JUGA:Batal di Gedung Yayasan Melati, Disdik Samarinda Cari Lokasi Baru untuk Sekolah Rakyat
BACA JUGA:Kota Samarinda Kembali Dikepung Banjir, Dilaporkan 24 Titik Tergenang dan 5 Titik Longsor
Mulai dari longsor hingga banjir. Gerak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, menurutnya, belum maksimal.
"Ini pola yang terus berulang, Musim hujan datang, banjir terjadi, masyarakat menderita. Tapi tidak ada evaluasi mendalam terhadap penyebab utamanya," ungkap Anhar Rabu, (28/5/2025).
Soal anggaran penanganan banjir, Anhar juga mempertanyakan efektivitasnya. Ia menyebut bahwa dana yang dikucurkan setiap tahun tidak kecil. Tetapi banjir tetap terjadi di lokasi yang sama tanpa solusi jangka panjang.
"Banjir mungkin cepat surut. Tapi kerugian materiil tetap besar, belum lagi kalau sampai ada korban jiwa," tegasnya.
BACA JUGA:Banjir, Jalan Rusak, hingga TPU Penuh Dikeluhkan Warga Samarinda dalam Reses Ananda Emira Moeis
BACA JUGA:Sungai Mahakam Meluap, Warga Mahulu Dibayang-bayangi Banjir Besar Lagi
Politisi Fraksi PDIP ini juga menduga adanya aktivitas galian C dan pematangan lahan sebagai salah satu penyebab utama banjir yang tak kunjung usai.
Anhar pun menilai, dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proyek-proyek tersebut, tidak melalui proses evaluasi yang serius.
"Praktik penggalian dan pembukaan lahan besar-besaran selama ini sering dilakukan tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan sistem drainase kota, oleh karena itu terdapat banyak sekali titik-titik lokasi rawan banjir yang bertambah."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

