Ditekan AS Lewat Tarif Impor, Kadin Sebut Hubungan RI dengan China Makin Romantis
Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie.-disway.id-
NOMORSATUKALTIM - Kendati saat ini Indonesia dan China tengah dilanda ketegangan geopolitik serta perang dagang yang semakin memanas, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara semakin menguat.
Menurut Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, Indonesia juga turut mencatatkan surplus perdagangan dalam beberapa sektor strategis.
Salah satu contohnya adalah ekspor stainless steel yang meningkat berkat investasi China
BACA JUGA:Gila, AS Naikan Lagi Tarif Impor RI Jadi 47 Persen, Gini Sikap Pemerintah.
“Selama tujuh tahun terakhir, yang tadinya lebih banyak kita menerima, ternyata kita bisa berhasil mengirim untuk ekspor lebih besar. Terutama dalam hal stainless steel,” Ungkap Anindya ketika ditemui oleh Disway dan awak media lainnya usai menghadiri acara 75th
Anniversary of the Establishment of Diplomatic Relations Between the People's Republic of China and Republic of Indonesia, yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, pada Kamis 17 April 2025.
BACA JUGA:Respon Kondisi Jalan Masih Banyak yang Rusak, Presiden Prabowo Siapkan Inpres Jalan Daerah
Menurut Anindya, keberhasilan ini sebagai buah dari hilirisasi yang efektif dan sinergi yang kuat antara investor dari China dan industri dalam negeri.
Dirinya menambahkan bahwa hal ini menjadi suatu nilai tambah yang luar biasa, hilirisasi yang sukses, yang bermula dari ketertarikan investor China di stainless steel saja.
“Bisa dibayangkan kalau nanti berkembang menjadi bahan baterai, alumina, aluminum, dan lain-lain. Jadi, kita melihat bahwa justru kita surplus 2 miliar dolar AS dengan China dan ini dicapai karena hilirisasi yang sukses dalam investasi kedua negara ini,” jelas Anindya.
Kendati begitu, Anindya juga menambahkan bahwa kepastian hukum dalam proses perdagangan, terutama terkait impor, juga sangat penting untuk diterapkan.
BACA JUGA:Komisi II DPR RI Percepat Revisi UU ASN, Presiden Kini Bisa Pecat Pejabat Eselon
Selain itu, dirinya juga mengingatkan agar barang-barang impor masuk secara legal dan membayar pajak sesuai aturan, agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dapat bersaing secara sehat.
“Kita bukan takut bersaing, UMKM Indonesia siap, tapi tentu ingin barangnya legal, terdaftar, dan bayar pajak,” tutup Anindya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id

