Bankaltimtara

Wabup Mahulu Tinjau Titik Lonsor dan Progres Pembangunan Jembatan Long Gelawang

Wabup Mahulu Tinjau Titik Lonsor dan Progres Pembangunan Jembatan Long Gelawang

Wabup Mahulu, Yohanes Avun bersama OPD terkait saat meninjau sejumlah titik infrastruktur yang rusak di wilayah tersebut.-Humas Pemkab Mahulu-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM- Wakil Bupati Mahakam Ulu (Wabup Mahulu) Yohanes Avun meninjau langsung sejumlah titik infrastruktur yang mengalami kerusakan di wilayah tersebut, Senin (14/4/2025).

Fokus utama peninjauan adalah ruas jalan penghubung antarwilayah di Kampung Mamahak Besar yang baru-baru ini terdampak longsor, serta Perbaikan Jalan Poros Long Hubung-Long Gelawang.

Saat meninjau lokasi longsor di Kampung Mamahak Besar, Wabup menemukan setidaknya tiga titik yang berisiko mengalami longsor besar, terutama jika tidak segera ditangani.

Menurut Wabup, penanganan yang telah dilakukan setelah longsor itu hanya bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah.

BACA JUGA: Penerapan BLUD di Mahulu Masih Dihadapkan Banyak Kendala

"Sebenarnya itu bukan satu-satunya titik longsor. Saya lihat ada tiga titik yang berisiko longsor jika tidak segera ditangani. Ini bisa mengganggu aktivitas masyarakat," ujar Wabup.

Menurutnya, kondisi tanah di kawasan tersebut tergolong labil. Oleh karena itu, Wabup menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tahan lama, bukan sekadar perbaikan cepat yang rentan kembali rusak dalam waktu singkat.

"Kalau hanya mengejar panjang jalan beraspal, ya seperti sekarang ini, belum setahun sudah longsor. Itu harus jadi perhatian bersama," tegasnya.

Setelah meninjau titik longsor, Wabup Mahulu juga meninjau progres pembangunan jembatan Long Gelawang.

BACA JUGA: Kekurangan Sarpras di Setiap OPD Turut Jadi Perhatian dalam Sidak Usai Libur Lebaran di Mahulu

Jembatan yang yang dibangun menggunakan APBN itu, menurut Wabup Mahulu terkesan lambat. Karenanya, ia mendorong agar proses pengerjaannya bisa dikejar, sehingga secepatnya difungsikan.

"Secara fisik jembatannya sudah selesai, lantainya juga sudah dicor beton. Yang belum hanya sisi darat kiri dan kanan. Ini harus segera dituntaskan, karena sudah terlalu lama tertunda," tuturnya.

Wabup menargetkan jembatan tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan ringan pada Juni 2025, dengan harapan pekerjaan akses pendekat bisa segera dituntaskan.

Ia menduga lambatnya progres pengerjaan dipengaruhi oleh libur panjang dan kurangnya aktivitas tenaga kerja di lokasi.

BACA JUGA: Cegah Konflik Selama PSU, Pemkab Mahulu Imbau Masyarakat Tetap Jaga Kamtibmas

Selama jembatan belum difungsikan, masyarakat masih harus menggunakan  kapal ferry penyeberangan, yang membutuhkan waktu lama dan biaya tambahan.

"Masyarakat harus menunggu hingga satu setengah jam, terutama pada malam hari. Padahal jika jembatan bisa digunakan, waktu tempuh hanya beberapa menit," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait