Bankaltimtara

2 Anak di PPU Meninggal Dunia Akibat DBD

2 Anak di PPU Meninggal Dunia Akibat DBD

Pejabat Fungsional Pengelola Penanggulangan DBD dan Malaria Dinkes PPU, Harjito Ponco Waluyo.-(Disway Kaltim/ Awal)-

Keduanya diduga meninggal akibat keterlambatan mendapatkan penanganan medis.

"Seperti di Semoi sudah tujuh hari baru dibawa ke Puskesmas, begitupun di Kecamatan Waru hari keempat baru dibawa ke Puskesmas, dan sempat dirawat semalam sebelum meninggal," jelas Ponco.

BACA JUGA: Musim Hujan Bisa Jadi Ancaman Serius Kasus DBD, Dinkes Berau Catat 8 Bulan 33 Kasus

BACA JUGA: Kasus DBD di Paser Naik, Dinkes Pastikan Proses Penanggulangan Berjalan

Ia mengimbau masyarakat untuk segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala sakit, meski cuma merasa tidak enak badan. Terutama jika mengalami demam tanpa sebab yang jelas. 

Deteksi dini dinilai penting untuk mencegah kondisi memburuk.

Selain itu, Ponco menyampaikan bahwa seluruh puskesmas induk di Kabupaten PPU telah dilengkapi alat tes cepat NS1 yang mampu mendeteksi DBD sejak hari pertama terinfeksi. 

Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas tersebut untuk pemeriksaan awal.

BACA JUGA: Libur Nataru, Pelabuhan Klotok PPU Tembus 1.000 Penumpang

BACA JUGA: Cakupan MBG di PPU Baru 30 Persen, 5 Dapur Umum Sudah Beroperasi

"Selain itu kami perbanyak lagi edukasi, penyuluhan kepada masyarakat mengenai DBD," tutup Ponco.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: