Seno Aji Tanggapi Sikap PKB, Gerindra Kaltim Optimis Kerahkan Kader Terbaik di Pilkada 2029
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji-Mayang Sari/ Nomorsatukaltim-
BACA JUGA: Makin Diminati, Elit Politik Berebut Masuk Gerindra, Ini Alasannya Menurut Pengamat
"Itu kan internal partai. Ya silakan-silakan saja karena kita tidak boleh menyampuri partai lain," ucapnya.
Ia menilai dinamika dukungan antarpartai merupakan hal yang lazim dalam proses politik. Setiap partai memiliki kebebasan untuk menentukan sikap politiknya masing-masing, termasuk dalam menentukan arah dukungan dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan gubernur.
"Kita saling menghormati saja keputusan masing-masing partai," kata dia.
Seno menegaskan, hubungan antarpartai di Kaltim tetap berjalan baik meskipun terdapat perbedaan sikap politik dalam sejumlah momentum.
BACA JUGA: Masuk Partai Gerindra, Aulia Rahman Basri: Tujuannya untuk Pembangunan Kukar Lebih Baik Lagi
Menurutnya, perbedaan dukungan merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi dan tidak seharusnya menjadi sumber konflik di antara partai politik.
"Dalam politik itu wajar kalau ada perbedaan sikap. Yang penting kita tetap menjaga komunikasi yang baik," tegasnya.
Ia juga menilai dinamika dukungan politik masih sangat terbuka dan dapat berubah seiring perkembangan situasi politik menjelang kontestasi mendatang.
Seno juga menanggapi munculnya sejumlah nama yang dinilai berpotensi maju dalam Pemilihan Gubernur Kaltim pada masa mendatang.
BACA JUGA: Pilkada Langsung Tak Kebal Korupsi tapi Hadirkan Ruang Koreksi Lebih Baik Dibanding lewat DPRD
Salah satu nama yang kerap disebut adalah Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang juga berasal dari Partai Gerindra.
Menanggapi hal tersebut, Seno menilai dinamika politik merupakan sesuatu yang wajar dalam proses demokrasi.
Ia menegaskan, bahwa setiap kader memiliki peluang yang sama untuk maju dalam kontestasi politik selama memiliki dukungan dan kesiapan yang memadai.
Namun demikian, menurut Seno, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin daerah tetap berada di tangan masyarakat melalui proses pemilihan yang demokratis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
