Bankaltimtara

Indonesia dalam Pusaran Prahara (2)

Indonesia dalam Pusaran Prahara (2)

Sayangnya, Jokowi pun terlihat tidak tegas dan selektif dalam menerima investasi dari negara lain. Mungkin hanya dengan Israel-lah negara ini tidak membangun hubungan ekonomi secara kasat mata. Sementara dengan negara-negara ultra-kapitalis yang tidak sejalan dengan misi ekonomi yang tertuang dalam Pancasila tetap dibangun dari masa ke masa. Bahkan jauh lebih intens dibandingkan dengan negara-negara yang sejalan dengan visi kebangsaan negara ini.

Dilihat dari begitu intensnya kerja sama dengan Abu Dhabi, barangkali kita tidak akan mendapatkan suara keras dan kritis disertai langkah tegas seperti yang dilayangkan Iran dan Palestina terhadap UEA dari Pemerintah Indonesia. Kenyataannya, Indonesia lebih “luwes”. Dalam makna yang benar, para pengelola negara ini mengambil jalan “abu-abu”. Tak berpihak kepada yang benar. Tidak juga secara tersurat dan tegas berpihak kepada yang salah.

Sejak awal, banyak pihak yang berharap, Indonesia dapat memutus rantai hubungan ekonomi dan politik dengan UEA pasca normalisasi hubungan dengan Israel. Setidaknya hal itu sebagai penegasan dan komitmen, bahwa bangsa ini akan berdiri dengan kokoh bersama Palestina sampai negara itu benar-benar merdeka dari penjajahan Zionis. Tetapi jika dilihat langkah para pengelola negara ini yang mengambil jalan “abu-abu”, dari tangan pemimpin bangsa ini, saya meyakini ke depan tidak akan ada kemajuan apa pun terhadap nasib Palestina. (*Wartawan Disway Nomorsatu Kaltim)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: