Bankaltimtara

Wabup Mahulu Sebut Rencana Pemangkasan TKD Hambat Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Wabup Mahulu Sebut Rencana Pemangkasan TKD Hambat Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Wakil Bupati (Wabup) Mahulu, Yohanes Avun.-(Foto/ Istimewa)-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Wakil Bupati (Wabup) Mahulu, Yohanes Avun menilai rencana pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dapat menghambat percepatan pembangunan daerah. 

Terutama di sektor infrastruktur dasar, seperti jalan dan air bersih. 

Menurut Avun, jika wacana tersebut betul-betul terealisasi, maka pemerintah daerah (pemda) perlu menyesuaikan penggunaan anggaran daerah untuk sektor prioritas.  

“Kalau memang ada pemangkasan, tentu dari segi pembangunan juga harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan,” ujar Avun saat diwawancara NOMORSATUAKLTIM, Selasa, 16 September 2025. 

BACA JUGA: APBD Paser 2026 Terancam Merosot, Wabup Paser: TKD Jangan Dipangkas Berlebihan

BACA JUGA: Wagub Kaltim: Pemangkasan TKD Rp4,5 Triliun akan Direview, Program Prioritas Tetap Jalan

Disebutkan bahwa, ada beberapa sektor prioritas yang perlu diutamakan jika memang terjadi pemangkasan. 

Seperti belanja pegawai, pendidikan atau anggaran beasiswa serta sektor kesehatan. 

Kemudian jika memang ada sisa anggaran, bisa digunakan untuk sektor prioritas lainnya seperti pembangunan infrastruktur jalan, air bersih yang saat ini masih menjadi kendala di Mahulu

Avun mengakui bahwa, rencana pemangkasan TKD pastinya sangat berdampak pada pembangunan, apalagi di tengah keterbatasan anggaran daerah. 

BACA JUGA: TKD Dipangkas, Legislator Harap Bankeu Provinsi ke Daerah Tidak Berimbas

BACA JUGA: Prihatin dengan Kondisi Mahulu, DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

“Yang sangat berpengaruh terutama di sektor infrastruktur, karena kita ini masih minum, termasuk juga sektor ekonomi. Jadi sebenarnya saling berkaitan,” ungkapnya. 

Sebagai solusi jangka panjang, Avun mendorong agar pemerintahan yang baru nanti bisa membuat Perusahaan Daerah (Perusda) untuk menggali semua potensi daerah yang selama ini belum dikelola maksimal. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: