Prihatin dengan Kondisi Mahulu, DPR RI Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Kondisi pemukiman warga di perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Mahulu, Kaltim.-(Disway Kaltim/ Iswanto)-
MAHULU, NOMORSATUKALTIM - Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu merasa prihatin dengan ketertinggalan pembangunan infrastruktur di Mahakam Ulu (Mahulu).
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, kondisi infrastruktur dasar di wilayah kabupaten yang baru berusia 11 tahun ini dinilai sungguh memprihatinkan.
Terutama akses jalan yang hingga kini belum dibangun sampai di perbatasan, seperti ke Kecamatan Long Apari.
Akibatnya, masyarakat setempat masih mengandalkan Sungai Mahakam sebagai akses transportasi utama.
BACA JUGA: Banjir Rendam Permukiman di Mahulu, Ratusan Jiwa Terdampak
BACA JUGA: Banjir Lumpuhkan Aktivitas Sekolah di Mahulu, Wilayah Matalibaq Paling Parah
Bahkan tak jarang masyarakat di perbatasan Mahulu juga seringkali dihadapkan dengan bencana krisis pangan dan BBM.
Edi mengaku, sejak dirinya duduk di kursi DPR RI, isu pembangunan wilayah perbatasan menjadi salah satu fokus utama.
Bahkan hal itu juga sering dibahas dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) selaku mitra kerja komisi II DPR RI.
“Semenjak saya di DPR RI, saya memetakan wilayah mana di Kaltim ini yang betul urgensi. Terutama isu pembangunan daerah-daerah perbatasan, itu kita bangun,” kata Edi ketika diwawancara NOMORSATUKALTIM saat berkunjung ke Mahulu belum lama ini.
BACA JUGA: Mahulu Krisis Tenaga Penyuluh KB, 1 Orang Melayani 30 Desa
BACA JUGA: Insiden Perahu Karam di Datah Naha Mahulu, Satu Warga Hanyut dan Belum Ketemu
Menurut Edi, isu kesenjangan pembangunan di wilayah perbatasan sebenarnya bukan hal baru. Bahkan sudah sering kali disuarakan pusat.
Politisi PAN ini pun menyinggung kejadian beberapa tahun lalu. Warga di perbatasan Mahulu bahkan sampai mengibarkan bendera Malaysia, sebagai bentuk protes terkait kesenjangan pembangunan di wilayah mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

