Jalan Rusak di Hulu Kukar Segera Diperbaiki Jelang Arus Mudik 2026
Jalan Rusak di Wilayah Hulu Kutai Kartanegara (Kukar), tepatnya di Desa Sebelimbingan.-(Foto/ Istimewa)-
“Total panjang jalan yang rusak sekitar empat kilometer dengan tujuh titik kerusakan berat yang menjadi prioritas penanganan segera,” jelas Wiyono.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan dua skema pembiayaan guna mempercepat perbaikan jalan. Anggaran sebesar Rp5 miliar dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan rutin, sedangkan Rp10 miliar lainnya disiapkan untuk pekerjaan konstruksi fisik pada tahun anggaran 2026.
BACA JUGA: Waspada Peredaran Uang Palsu, Polisi Imbau Tukar di Tempat Penukaran Resmi
BACA JUGA: Ketua DPRD Kukar Targetkan Pembayaran Utang ke Kontraktor Lunas Sebelum Lebaran
“Totalnya kurang lebih Rp15 miliar. Arahan dari Bapak Bupati agar proses penanganannya bisa dipercepat sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” kata Wiyono.
Menurutnya, kondisi kerusakan jalan tidak hanya terjadi pada ruas Kota Bangun menuju Kenohan. Beberapa wilayah lain di Kukar juga menghadapi persoalan serupa, termasuk di Kecamatan Muara Kaman serta sejumlah jalur penghubung antarwilayah yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
“Hanya saja, dengan luas wilayah yang cukup besar dan kondisi infrastruktur masih terbatas, penanganannya harus dilakukan secara bertahap,” lanjutnya.
Wiyono juga menjelaskan bahwa kerusakan jalan di beberapa ruas dipengaruhi oleh kondisi struktur tanah serta faktor alam yang membuat kualitas perbaikan tidak selalu dapat bertahan lama.
BACA JUGA: RSUD Aji Muhammad Idris Butuh 364 Nakes, Pemkab Kukar Ajukan Skema Outsourcing
BACA JUGA: Program Rp150 Juta per RT di Kukar segera Cair Akhir Februari 2026
Ia menyebutkan bahwa jalan dengan status kabupaten idealnya hanya dilalui kendaraan dengan muatan sekitar 8-10 ton.
Namun di lapangan, kendaraan yang melintas sering kali membawa muatan jauh melebihi batas tersebut, sehingga mempercepat kerusakan jalan yang telah diperbaiki.
“Pada prinsipnya kami terus melakukan penanganan secara bertahap setiap tahun, tetapi memang kecepatan kerusakan jalan sering kali lebih tinggi dibandingkan kemampuan anggaran untuk melakukan perbaikan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
