Bankaltimtara

Dinkes Kubar Buka Suara Soal Kondisi Ruang Infeksius RSUD HIS

Dinkes Kubar Buka Suara Soal Kondisi Ruang Infeksius RSUD HIS

Salah satu sudut gedung pelayanan RSUD HIS Sendawar, Kutai Barat.-(Disway Kaltim/ Eventius Suparno)-

KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Dinas Kesehatan Kutai Barat (Kubar) buka suara terkait kondisi ruang perawatan infeksius di RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) yang dinilai masih memerlukan pembenahan fasilitas dan penataan ruangan.

Ruang infeksius yang saat ini digunakan untuk menangani pasien penyakit menular, diakui belum sepenuhnya memenuhi standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kubar, I Nyoman Sumahardika, menjelaskan ruangan tersebut sebelumnya merupakan ruang penanganan COVID-19 bernama Ruang Meranti.

Menurut dia, hingga saat ini ruang tersebut belum seluruhnya tersentuh program peningkatan fasilitas sesuai standar KRIS.

BACA JUGA: RSUD HIS Kubar Mulai Terapkan KRIS BPJS, Satu Ruangan Maksimal 4 Tempat Tidur

“Kalau yang sudah tersentuh perbaikan untuk standar KRIS itu kelas satu di luar sama kelas tiga yang di atas. Nah untuk Meranti memang belum seluruhnya,” ujarnya, belum lama ini.

Nyoman mengatakan ruang infeksius memiliki karakteristik berbeda dibanding ruang rawat inap biasa karena diperuntukkan bagi pasien dengan penyakit menular.

Karena itu, pengaturan suhu hingga sistem sirkulasi udara harus disesuaikan dengan standar medis, sehingga tidak semua fasilitas kenyamanan dapat diterapkan secara bebas.

“Risiko penyakit seperti itu memang berbeda. Kita tidak bisa hanya mengejar kenyamanan pasien lalu pendingin ruangan dihidupkan penuh. Ada pertimbangan medis yang harus diperhatikan,” katanya.

BACA JUGA: RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah

Ia menjelaskan ruang tersebut saat ini digunakan untuk menangani berbagai kasus infeksi, termasuk infeksi paru dan penyakit menular lainnya.

Menurutnya, sistem penataan ruang harus memperhatikan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan agar risiko penularan dapat ditekan.

“Yang pasti dulu itu memang ruang COVID dan sekarang digunakan untuk pasien infeksius. Jadi kebutuhan ruangannya juga berbeda dengan ruang biasa,” jelasnya.

Nyoman mengakui sejumlah fasilitas di Ruang Meranti masih perlu dilengkapi secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: