Bankaltimtara

AI Tanpa Intip Data Pribadi, Federated Learning Jadi Harapan Baru Privasi Digital

AI Tanpa Intip Data Pribadi, Federated Learning Jadi Harapan Baru Privasi Digital

AI Tanpa Intip Data Pribadi, Federated Learning Jadi Harapan Baru Privasi Digital-istimewa-

NOMORSATUKALTIM Perkembangan teknologi yang kian masif telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, terutama melalui kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Teknologi ini membuat berbagai aktivitas terasa semakin mudah dan personal, mulai dari ponsel pintar yang mampu mengenali kebiasaan penggunanya, menebak kata yang akan diketik, hingga merekomendasikan musik dan fitur kesehatan sesuai kebutuhan individu.

Pembahasan mengenai kecerdasan buatan ini mengutip tulisan Rachmad Andri Atmoko dari Universitas Brawijaya yang dimuat di The Conversation pada 19 Januari 2026.

Dalam tulisannya, ia menjelaskan bahwa kemampuan AI tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses pembelajaran sistem yang terus-menerus dari pola perilaku pengguna.

Selama ini, proses belajar AI kerap menimbulkan kekhawatiran publik. Data pribadi pengguna, mulai dari teks pesan, riwayat pencarian, hingga pola penggunaan aplikasi, dikumpulkan dan dikirim ke server pusat perusahaan teknologi.

BACA JUGA:Kapan Anak Mulai Belajar Puasa? Dokter Ungkap Bisa Sejak Dini Asal Bertahap dan Tidak Dipaksa

Model ini ibarat sebuah gudang raksasa yang menyimpan data jutaan orang sekaligus, sehingga meski efisien untuk analisis, tetap menyimpan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data.

Di tengah kekhawatiran tersebut, muncul pendekatan baru bernama federated learning yang menawarkan cara berbeda dalam mengembangkan AI.

Metode ini membalik pola lama. Alih-alih mengirim data pengguna ke server pusat, model AI justru dikirim ke perangkat masing-masing pengguna seperti ponsel, tablet, atau komputer.

Proses pembelajaran dilakukan langsung di perangkat, sementara server pusat hanya menerima hasil pembaruan model, bukan data mentah.

Rachmad mengibaratkan federated learning seperti guru yang berkeliling ke rumah murid, kemudian menyimpulkan pelajaran bersama tanpa membawa catatan pribadi masing-masing siswa. Dengan cara ini, AI tetap berkembang, tetapi data pribadi tetap aman tersimpan di perangkat pengguna.

BACA JUGA:Kenalkan Tokoh Perkasa dari Berau, Film Kolosal Raja Alam akan Segera Hadir di Layar Lebar

“Data foto, pesan, dan kebiasaan kita tetap tersimpan aman di perangkat sendiri,” tulisnya, dikutip Minggu 25 Januari 2026.

Pendekatan ini bukan sekadar konsep. Google diketahui telah menerapkan federated learning sejak 2017, khususnya pada keyboard Gboard di sistem Android.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: