Bankaltimtara

Koperasi Merah Putih di Bontang Belum Berjalan, Terhambat Suku Bunga yang Tinggi

Koperasi Merah Putih di Bontang Belum Berjalan, Terhambat Suku Bunga yang Tinggi

Wakil Wali Kota Bontang ,Agus Haris-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

Karena itu, ia menegaskan, permasalahan itu harus diketahui oleh pemerintah pusat. Sehingga, solusinya bisa dicari bersama-sama. Agar program tersebut bisa tetap berjalan tanpa harus membebani pengurus koperasi.

“Ini Menteri Keuangan RI sudah ganti. Saya sih berharap agar ada kebijakan baru dari permasalahan ini. Tetapi, hal ini akan saya komunikasikan langsung ke Pak Prabowo. Sehingga, beliau bisa mengetahui permasalahan yang ada di lapangan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gubernur Harum : Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Usaha, Tapi Tonggak Penguatan Ekonomi Kerakyatan di Kaltim

Di sisi lain, Dinas Koperasi Provinsi Kaltim juga harus tetap bergerak. Tujuannya agar bisa komunikasi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud serta dengan Bank Kaltim. Sehingga, bisa menjadi pemodal terhadap KMP dengan bunga yang rendah.

“Bank Kaltim kan perbankan milik provinsi. Sehingga, Pak Gubernur bisa kasih kebijakan terkait suku bunga untuk KMP ini. Sehingga, masalah bunga permodalan KMP ini bisa selesai. Koperasi itu pun bisa berjalan,” terangnya.

Baginya, suku bunga yang ideal untuk koperasi yang baru berdiri adalah 2 sampai 2,5 persen per tahun. Kondisi itu akan memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang karena mereka bisa menggunakan uang permodalan itu untuk mengembangkan usaha.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait