Bankaltimtara

KONI Berau Minta GOR Kakaban Dibangun dengan Skema Multiyears

KONI Berau Minta GOR Kakaban Dibangun dengan Skema Multiyears

Desain Gor Kakaban.-ist/PUPR Berau-

BERAU, NOMORSATUKALTIM — Rencana pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kakaban Aquatic di Tanjung Redeb mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau. 

Namun, dibalik apresiasi tersebut, KONI juga memberikan catatan penting terkait skema pembiayaan proyek agar tidak menimbulkan lonjakan anggaran di kemudian hari. 

Ketua KONI Berau, Taupan Majid, menegaskan bahwa keberadaan fasilitas olahraga representatif merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh cabang olahraga di daerah. 

Ia menilai, pembangunan GOR baru berkapasitas besar menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi Berau. 

BACA JUGA:DMPK Berau Kebut Proses Pelantikan Kepala Kampung PAW

“Fasilitas olahraga ini kebutuhan pokok semua cabang olahraga. Kami sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang mulai membangun sports center, termasuk GOR ini,” ujar Taupan, Jumat 24 April 2026. 

Menurut dia, keterbatasan kapasitas gedung selama ini sering kali menjadi kendala saat penyelenggaraan kejuaraan.

Tidak jarang, pertandingan harus digelar dengan keterbatasan penonton, bahkan berpotensi memicu kerawanan karena membludaknya jumlah orang di dalam arena. 

“Selama ini kalau ada pertandingan futsal atau cabang lain, sering tidak bisa menampung penonton. Kapasitasnya kurang, sehingga kita harus cari tempat yang bisa menampung sampai 4.000 sampai 5.000 orang. Nah, ini yang sekarang dijawab,” jelasnya. 

BACA JUGA:DPUPR Berau Kebut Proyek Air Bersih di Kelay, Target 500 Sambungan Tahun Ini

Sebagaimana diketahui, GOR Kakaban Aquatic dirancang memiliki kapasitas sekitar 4.000 penonton dengan sistem tempat duduk tunggal (single seat). 

Arena utama berukuran sekitar 55 x 32,4 meter itu dirancang multifungsi, mampu menampung hingga 10 lapangan bulu tangkis, tiga lapangan voli, dua lapangan basket, satu lapangan futsal berstandar FIFA, serta satu lapangan tenis sesuai regulasi internasional. 

Dari sisi desain, bangunan ini mengadopsi konsep GOR Among Rogo di Yogyakarta, dengan sentuhan lokal khas Berau seperti ornamen penyu hijau, warna yang terinspirasi dari Danau Kakaban, serta atap menyerupai ubur-ubur. 

Meski demikian, Taupan mengingatkan agar proyek tersebut tidak dikerjakan dengan skema anggaran tahun tunggal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: