Samarinda, Diswaykaltim.com - Borneo FC kehadiran sosok baru. Bukan pemain baru. Ataupun pelatih baru. Tapi ikon baru. Ikon baru ini bernama Apui. Diambil dari bahasa Dayak yang berarti api. Seperti namanya, Apui adalah sosok animasi berbentuk api. Berwarna jingga. Warna khas Borneo FC Samarinda. "Apui itu tokoh kartun. Banyak yang menyebut ikon klub jadinya. Tapi dia bukan maskot," kata Head of Media Officer Borneo FC Brilian Sanjaya, Kamis (28/5/2020). Apui, kembali ditegaskan Brili bukanlah maskot klub. Si Orca -maskot berbentuk pesut- masih tetap menjalani perannya sebagai maskot tim. Meski si Orca dan Apui sama-sama menjadi sosok yang mewakili Borneo FC. Tugas dan peran keduanya sangat berbeda. "Si Orca perannya sangat jelas. Yaitu turun langsung ke dunia nyata. Baik saat pertandingan atau kegiatan klub lainnya. Sementara Apui akan memainkan perannya di media sosial." "Ide membuat Apui ini dari Work From Home (WFH). Karena WFH (tim kreatif Borneo) sering nonton kartun. Lalu tim Jepang juga mempunyai tokoh kartun juga. Jadi kami buatlah Apui ini," jelasnya. "Proses kreatifnya dua hari saja. Setelah ada ide, kami rembukan karakternya seperti apa dan terakhir penamaan," lanjutnya lagi. Tujuan dibuatnya Apui sendiri adalah untuk kepentingan branding klub. Apui tersedia dalam bentuk gambar dan juga video (bisa berbicara). Di awal peluncurannya, Apui sempat jadi pembicaraan lantaran tutur bicaranya menggunakan aksen Banjar. Soal itu, Brili punya alasannya. "Aksen Banjar yang kami pakai ini karena memang bahasa keseharian masyarakat Samarinda pada umumnya. Sementara namanya dari bahasa Dayak. Ini menunjukkan kalau Samarinda ini masyarakatnya heterogen," tutupnya. Ke depan, Apui akan makin sering hadir di media sosial Pesut Etam. Brili berharap kelucuan Apui bisa menjadi hal segar bagi pendukung Borneo FC. (ava2)
Ini Dia Sosok Baru di Borneo FC
Kamis 28-05-2020,22:35 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,08:31 WIB
Aturan Baru Pengisian Biosolar di Balikpapan Mulai 1 September: Truk Wajib Ikuti Ganjil-Genap
Selasa 25-08-2026,16:35 WIB
Tarif Terbaru Ruko Mal Lembuswana Capai Rp 120 Juta per Tahun
Selasa 25-08-2026,12:00 WIB
Asap Karhutla Bawa Ancaman bagi Penderita Asma, Ini Saran Dokter
Selasa 25-08-2026,10:34 WIB
Karhutla Berulang hingga 1.511 Hektare, Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan di Kalimantan
Selasa 25-08-2026,11:00 WIB
Pemkot Balikpapan Tambah 5 SPBU Layani Pertalite, Pertamina: Kuota Masih Sama
Terkini
Rabu 26-08-2026,07:00 WIB
Logika Merdeka Bernegara (2): Lokalitas dan Nasionalitas
Rabu 26-08-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 Agustus 2026, Cek di Sini!
Selasa 25-08-2026,22:41 WIB
Siap Bantu Jika Diperlukan, Malaysia Apresiasi Tindakan Cepat Indonesia Tanggulangi Karhutla
Selasa 25-08-2026,22:11 WIB
Karhutla di Balikpapan Capai 28 Titik, Penyebabnya Bukan Aktivitas Buka Lahan tapi Dipicu Hal Ini
Selasa 25-08-2026,22:00 WIB