Kantor Bankaltimtara Cabang Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan telah menyertakan modal sebanyak Rp 120 miliar selama 10 tahun dari dividen setiap tahun. Namun akibat pandemi, ada kemungkinan tahun ini dividen akan dicairkan untuk alokasi penanganan COVID-19. (Andi M Hafizh/Disway Kaltim) Balikpapan, DiswayKaltim.com – Sejak pandemi terjadi, sejumlah daerah mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan penanganan COVID-19. Hal itu mengakibatkan beberapa kegiatan belanja dialokasikan untuk penanganan tersebut. Pemerintah Kota Balikpapan tahun ini juga kehilangan sekitar 34 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 setelah adanya realokasi. Anggaran yang semula ditetapkan Rp 2,7 triliun kini menjadi Rp 2,1 triliun. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjelaskan, rencana pengucuran penyertaan modal kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dengan terpaksa tahun ini ditiadakan. “Mau tidak mau mungkin kita tidak bisa masukkan penyertaan modal. Ada kemungkinan tahun ini batal. Tapi kita lihat perkembangannya,” kata Rizal Effendi, Kamis (14/5). Selama kurang lebih 10 tahun, secara total Pemerintah Balikpapan telah melakukan penyertaan modal senilai Rp 120 miliar kepada BPD. Tahun lalu, sebesar Rp 7 miliar telah dikucurkan Kota Minyak. Saham yang dimiliki sekitar 7 persen. Berdasarkan laporan Bank Kaltimtara, Pemerintah Kalimantan Timur memegang 36,42 persen saham. Sementara itu Pemerintah Kutai Kartanegara 13,62 persen, Pemerintah Berau 9,14 persen, Pemerintah Bulungan 7,52 persen dan pemerintah provinsi/kabupaten/kota lainnya 33,30 persen. Menurut Rizal, jika nantinya pemkot mengalami keuangan yang berat dari dampak pandemi ini, maka dividen yang biasanya akan diberikan tahun ini akan diambil. “Biasanya dari dividen kita terima, lalu kita setorkan lagi ke Bank Kaltimtara. Tapi karena kita kekurangan dana, mau tidak mau kita minta penundaan,” ujar Rizal Effendi. Sebelumnya, wali kota dua periode ini sempat menyebutkan bahwa Pemkot Balikpapan memberikan penyertaan modal ke bank Kaltimtara hingga Rp 220 miliar secara bertahap. “Saat ini penyertaan modal baru Rp 120 miliar,” katanya. Rizal Effendi menambahkan, penyertaan modal belum maksimal memberikan dampak bagi pendapatan daerah. Karena porsi kepemilikan Bankaltimtara masih kecil. “Rasanya (jika) mencapai Rp 220 miliar bisa lebih besar (devidennya),” ujarnya. Selain itu, pemkot menurutnya menyerahkan sepenuhnya pemanfaatan dana penyertaan modal terhadap manajemen Bankaltimtara. “Tergantung (kebutuhan) bank,” pungkas Rizal Effendi. (fey/eny)
Tahun Ini Absen Penyertaan Modal ke Bank Kaltimtara
Jumat 15-05-2020,16:43 WIB
Reporter : Benny
Editor : Benny
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-03-2026,06:00 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 5 Maret 2026, Cek di Sini!
Rabu 04-03-2026,22:35 WIB
PTMB Balikpapan Mulai Transformasi Layanan Air Bersih 2026, Target 12 Ribu Sambungan Baru
Rabu 04-03-2026,22:51 WIB
AS Isyaratkan Perang akan Berlangsung Lama, Intelijen Israel Menduga Stok Rudal Iran Masih Ribuan
Kamis 05-03-2026,07:00 WIB
Andi Harun Pastikan Fuel Terminal Palaran segera Dibangun: Izin Sudah Keluar
Kamis 05-03-2026,09:32 WIB
Ketua DPRD Kaltim Respons Gugatan Seleksi KPID: Kita Hormati Proses Hukum
Terkini
Kamis 05-03-2026,22:16 WIB
Tunggu Serah Terima Aset, Kecamatan Akui Belum Bisa Bentuk Pengelola Kota Tua Teluk Bayur
Kamis 05-03-2026,22:00 WIB
DPRD Mahulu Tetap Perjuangkan ADD Tidak Dipangkas Pemerintah Pusat
Kamis 05-03-2026,21:41 WIB
Cegah Tongkang Hantam Pilar Jembatan Mahakam, Pelindo Pasang Alat Ini untuk Jaga-Jaga
Kamis 05-03-2026,21:23 WIB
Pemkab Kubar Rekonstruksi Jalan Strategis Sepanjang 20 KM
Kamis 05-03-2026,20:53 WIB