Bankaltimtara

PTMB Balikpapan Mulai Transformasi Layanan Air Bersih 2026, Target 12 Ribu Sambungan Baru

PTMB Balikpapan Mulai Transformasi Layanan Air Bersih 2026, Target 12 Ribu Sambungan Baru

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin-istimewa-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menjalankan program transformasi layanan air bersih pada 2026. Program ini difokuskan pada percepatan produksi air, efisiensi distribusi, serta perluasan akses layanan bagi masyarakat.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan yang terus meningkat.

Menurutnya, layanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan distribusi air, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan kepercayaan publik terhadap layanan dasar kota.

"Isu air bersih ini bukan sekadar isu biasa. Ini menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, menentukan kualitas hidup, stabilitas sosial, hingga kepercayaan publik terhadap layanan dasar kota," ucapnya.

BACA JUGA: Perbaikan Pipa dan Tekanan Jaringan Sebabkan Air Keruh di Balikpapan

Dalam program transformasi 2026, PTMB menargetkan penambahan sekitar 12 ribu sambungan rumah (SR) baru di berbagai wilayah Balikpapan.

Adapun, penambahan sambungan tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas produksi air serta perbaikan jaringan distribusi yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

PTMB mencatat produksi air pada 2025 mencapai 46,6 juta meter kubik, meningkat sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan 2024.

Dengan peningkatan produksi tersebut, perusahaan menilai kapasitas layanan dapat diperluas ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terjangkau jaringan distribusi air bersih.

BACA JUGA: Pelanggan Air Bersih Melonjak, PDAM di Karangan Perlu Tambahan Kapasitas

Selain memperluas akses layanan, PTMB juga menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan.

Diketahui, saat ini jumlah pelanggan PTMB berada di kisaran 119 ribu pelanggan, dan ditargetkan meningkat hingga lebih dari 120 ribu pelanggan pada 2026.

"Dengan peningkatan produksi air, kami memproyeksikan akan ada penyambungan baru sekitar 12 ribu sambungan rumah di wilayah-wilayah yang debit airnya sudah cukup baik," sebut Yudhi.

Ia menjelaskan program transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi sistem distribusi air.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait