Antrean BBM Jadi Sorotan, DPRD Kaltim Bakal Temui Pertamina

Minggu 27-09-2026,17:00 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Tri Romadhani

Fraksi PKS menilai antrean panjang di sejumlah kabupaten dan kota dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Dalam keterangannya, fraksi tersebut menyebut risiko yang perlu diperhatikan antara lain kemacetan, kecelakaan lalu lintas, gangguan produktivitas hingga potensi konflik sosial.

PKS juga mendorong Komisi III DPRD Kaltim menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina paling lambat 14 hari kerja. Data yang diminta dalam pembahasan mencakup kuota, realisasi penyaluran, stok, distribusi, kapasitas SPBU serta anomali transaksi.

Agusriansyah menegaskan, DPRD perlu memastikan persoalan antrean BBM dibahas secara terbuka.

BACA JUGA:Antrean BBM Konsisten Mengular di Kaltim, Pemprov: Persoalannya di SPBU

Menurut dia, pembahasan berbasis data akan membantu publik memahami persoalan yang terjadi sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki pelayanan.

“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat terus-menerus menjadi korban dalam persoalan ini,” tegas Agusriansyah.

Di sisi lain, Pertamina menyatakan terus memantau ketersediaan stok dan penyaluran BBM di wilayah Kaltim.

Perusahaan juga menyampaikan bahwa pengaturan distribusi terus dilakukan untuk menjaga kebutuhan masyarakat dan pelayanan di SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, Pertamina memahami BBM menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas masyarakat.

Karena itu, pelayanan dan penyaluran terus diupayakan berjalan sesuai kondisi di lapangan.

“Kami berterima kasih atas kesabaran dan kerja sama masyarakat. Kami memahami BBM dibutuhkan untuk bekerja, menjalankan usaha, dan memenuhi keperluan keluarga,” kata Edi.

BACA JUGA:Antrean Panjang BBM Masih Hantui Berau, Warga Pertanyakan Klaim Stok Aman dari Pemerintah dan Pertamina

Menurut Edi, stok BBM di Kalimantan Timur berada dalam kondisi aman. Pertamina tetap melakukan pengaturan penyaluran agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan pelayanan di SPBU berjalan dengan baik.

“Kami memahami pentingnya akses BBM bagi aktivitas sehari-hari. Penyaluran terus kami optimalkan, dan bersama pihak terkait kami berupaya agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin nyaman,” ujarnya.

Sales Area Manager Retail Kaltimut PT Pertamina Patra Niaga Narotama Aulia Fazri mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan Pertamina adalah menambah jumlah SPBU yang melayani penyaluran Pertalite.

Kategori :