Bontang Waspada Ancaman Banjir, Pencegahan Mulai Digalakkan
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.-Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Hujan yang beberapa kali mengguyur Bontang membuat Pemkot Bontang mengubah fokus kewaspadaan.
Dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi potensi bencana banjir.
Selain mengandalkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, pemerintah mendorong masyarakat terlibat menjaga kebersihan saluran air.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, antisipasi banjir dilakukan melalui sejumlah program kebersihan lingkungan yang telah berjalan.
BACA JUGA:Wali Kota Bontang Lantik Sony sebagai Sekda Definitif, 11 Bulan Dijabat Pj
Salah satunya Gerakan Sampah-Sampahku adalah Tanggung Jawabku (GESIT) yang digagas Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Menurut Agus, program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun dengan melibatkan kelurahan, organisasi perangkat daerah (OPD), PKK, serta berbagai organisasi perempuan.
Kegiatan itu dilakukan secara rutin untuk membersihkan saluran air, mulai dari parit kecil hingga parit besar.
BACA JUGA:Dana Kurang Salur Bontang Capai Rp403 Miliar, Pemkot Terus Menagih
“Program ASRI yang digagas Presiden Prabowo dan program yang digagas oleh Wali Kota Bontang, GESIT, ini sudah berjalan."
"Lurah, semua dinas, DLH sudah menentukan setiap pekan untuk bersama-sama membersihkan parit kecil dan parit besar,” kata Agus, Jumat, 2 Oktober 2026.
Selain menjaga kebersihan saluran air, Pemkot Bontang mengandalkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
Dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sekitar Rp86 miliar turut diarahkan untuk pembangunan turap di sejumlah wilayah.
BACA JUGA:Bea Cukai Bontang Sita 168.600 Batang Rokok Ilegal dan 254,99 Liter Minuman Alkohol
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
