SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Kalimantan Timur mendapat perhatian DPRD Kaltim.
Fraksi PKS telah menggagas pembahasan khusus untuk mengurai persoalan tersebut bersama Pertamina, sementara pimpinan DPRD memastikan agenda itu sedang disiapkan setelah sejumlah panitia khusus menyelesaikan pembahasan masing-masing.
Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan, gagasan pembahasan antrean BBM tersebut berasal dari Fraksi PKS.
Namun, agenda tersebut masih menunggu proses di internal DPRD karena sejumlah panitia khusus sedang menjalankan tugas dan pembahasan.
“Kita sudah rencana dengan ini, inisiasi dari Fraksi PKS. Tapi masih belum karena teman-teman lagi rapat pansus. Ada empat pansus, kalau tidak salah. Nanti saya akan hadiri juga,” kata Hasanuddin, pada Minggu (27/9/2026).
BACA JUGA:Harga BBM Nonsubsidi Diproyeksikan Naik Oktober, Pakar Sebut Kenaikan Berkisar 5–11 Persen
Hasanuddin menyebut pembahasan dengan Pertamina dan PLN masih menjadi agenda yang menunggu penjadwalan.
Dia memastikan gagasan tersebut sudah masuk dalam pembicaraan di lingkungan DPRD Kaltim dan akan dilanjutkan setelah tahapan internal memungkinkan.
“Sudah digagas. Yang inisiasi dari PKS,” tegasnya.
Dorongan tersebut sebelumnya disampaikan Fraksi PKS DPRD Kaltim melalui surat kepada pimpinan DPRD.
Fraksi tersebut meminta persoalan antrean BBM menjadi agenda serius yang dibahas melalui Badan Musyawarah (Banmus) dan komisi terkait.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan mengatakan, pembahasan perlu dilakukan dengan data yang lengkap agar penyebab antrean dapat diketahui secara jelas.
BACA JUGA:Dugaan Takaran BBM Dimainkan, DPRD Paser Minta Pom Mini Disidak Berkala
Menurutnya, DPRD perlu mendapatkan gambaran mengenai pasokan, distribusi, kapasitas SPBU hingga pola transaksi BBM.
“Kami mengirim surat ke pimpinan DPRD Provinsi Kaltim agar ini menjadi agenda serius untuk dimasukkan di dalam Banmus, supaya komisi terkait bisa melakukan pembahasan dengan kajian yang substansial dan detail agar publik betul-betul memahami persis persoalan yang ada,” kata Agusriansyah dalam keterangan Fraksi PKS belum lama ini.