Bankaltimtara

Cat Owner Waspada, Ternyata Semua Makanan Anabul Mengandung Logam Berbahaya

 Cat Owner Waspada, Ternyata Semua Makanan Anabul Mengandung Logam Berbahaya

Ilustrasi kucing persia sedang makan.-freepik-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Siapa sangka ternyata makanan untuk anabul (anak berbulu) khususnya kucing, ternyata banyak mengandung senyawa logam berbahaya. Pet owner harus tahu fakta ini. Beberapa senyawa berbahaya itu di antaranya logam berat seperti timbal, kadmium, arsenik, dan merkuri hingga herbisida glifosat serta bahan kimia yang berkaitan dengan plastik.

Temuan tersebut berasal dari analisis Clean Label Project, organisasi nirlaba asal Colorado yang menguji produk konsumen untuk mendeteksi kontaminan.

Sebanyak 100 produk makanan kucing terlaris dari 62 merek diuji terhadap lebih dari 122 jenis kontaminan. 

Produk yang diperiksa mencakup makanan basah, kering, air-dried, hingga freeze-dried, termasuk produk yang dipasarkan dengan label alami dan memiliki kualitas nutrisi tinggi. 

"Timbal ditemukan dalam 99%, kadmium dalam 96%, dan arsenik dalam 94% sampel makanan kucing," kata Molly Hamilton, direktur eksekutif Clean Label Project dikutip Sabtu 3 Oktober 2026.

Menurut Hamilton, temuan tersebut perlu mendapat perhatian karena kucing umumnya mengonsumsi makanan yang sama hampir setiap hari. Kondisi itu berpotensi membuat paparan terhadap kontaminan berlangsung dalam jangka panjang.

"Kontaminan ini merupakan sumber paparan berkelanjutan yang dapat menumpuk di dalam tubuh kucing sepanjang hidup mereka," ujar Hamilton.

Ia mencontohkan penyakit ginjal kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian pada kucing berusia lanjut. Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring berbagai zat, termasuk logam berat. 

Makanan Kering Memiliki Kadar Timbal Lebih Tinggi 

Hasil pengujian menunjukkan kadar timbal pada makanan kucing kering sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan makanan basah maupun makanan yang dikeringkan dengan udara.

Kadmium sendiri diklasifikasikan sebagai karsinogen bagi manusia dan dapat merusak ginjal serta tulang. 

Sementara timbal dapat memengaruhi hampir seluruh sistem organ penting dalam tubuh. Arsenik anorganik yang ditemukan secara alami di tanah dan air juga diketahui bersifat karsinogenik bagi manusia.

Hamilton mengatakan hewan peliharaan berukuran kecil seperti kucing dapat menyerap zat tertentu dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan hewan yang lebih besar. 

Namun, regulasi mengenai kontaminan dalam makanan hewan peliharaan masih terbatas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: