BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Operasi water bombing untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dilakukan hari ini, Sabtu, 5 September 2026. Operasi tersebut menyasar 5 area yang menjadi prioritas penanganan.
Operasi pemadaman karhutla melibatkan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah pemangku kepentingan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Sebelumnya, rapat koordinasi penanggulangan karhutla di sekitar IKN digelar di Lanud Dhomber, Balikpapan, pada Jumat, 4 September 2026.
Dalam rakor tersebut, BNPB dan TNI AU menyiapkan helikopter Karakal di Lanud Dhomber untuk mendukung operasi pemadaman karhutla melalui metode water bombing.
BACA JUGA: Jarak Pandang Balikpapan Cuma 5 Kilometer, Otban VII Waspadai Dampak Kabut Asap terhadap Penerbangan
BACA JUGA: 18 Ribu Hotspot Terpantau di Kaltim, Lampaui Catatan September 2015
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna A. Safitri mengatakan terdapat 5 area yang menjadi prioritas berdasarkan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Area satu adalah area yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak, di dalamnya masuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya,” ujar Myrna seusai Rakor di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (4/09/2026).
Lebih rinci 5 area yang menjadi prioritas operasi water bombing meliputi Bukit Tengkorak, termasuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Berikutnya Bukit Merdeka, Teluk Dalam tepatnya di sepanjang poros Samarinda-Balikpapan, Wonotirto, serta arah Tanjung Harapan.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis A. Sumadilaga mengatakan operasi tersebut merupakan langkah bersama untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan IKN.
BACA JUGA: Tren ISPU Tembus 80, Bupati PPU sebut Kabut Asap Kiriman dari Paser
BACA JUGA: Sungai Mahakam Surut, Penghasilan Buruh Dermaga Ikut Menyusut
“Insyaallah mulai besok (Sabtu, 5 September 2026) kita akan melakukan water bombing ke area-area yang menjadi prioritas,” kata Danis.
Selain menyasar titik api, operasi tersebut juga diarahkan untuk membasahi area yang memiliki potensi terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.
“Makanya kita lakukan upaya pemadaman dan juga pembasahan agar tidak berkembang lebih lanjut,” ujarnya.