Andi Sri Juliarty. (Ryan/Disway) -- Balikpapan, diswaykaltim - Memasuki pekan keempat, data positif corona mulai melambat. Apakah pengetatan sosial segera berakhir? Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan Andi Sri Juliarty menyimpulkan, sejak dua pekan terakhir, kasus positif mulai flat. Ditandai dengan munculnya satu kasus pada hari-hari tertentu. Bahkan kemarin, tidak ada penambahan kasus positif. Berbeda dengan kondisi yang muncul di awal penyebaran. Hingga kini, ada 234 swab. Yang tercatat sejak awal adanya indikasi COVID-19. 210 swab berhasil diidentifikasi. Sedangkan sisanya 24 swab, masih menunggu hasil tes dari Puslitbangkes. Total swab itu, sudah termasuk yang dikirim berulang-ulang. Untuk memastikan satu pasien positif atau tidak. "Satu pasien ada yang dites empat kali. Sampai hari ini jumlah positif masih 35 orang," katanya, Selasa (5/5). Dia menilai, ada korelasi antara data kasus positif, dengan kebijakan pengetatan sosial. Yang diterapkan sejak Mei. Namun menurutnya, perkembangan data terakhir belum bisa dikatakan sebagai kabar gembira. Lantaran masih ada 24 swab, yang belum ada hasilnya. Selain itu, data terakhir kasus positif belum bisa menjadi patokan, kondisi Balikpapan sudah aman atau belum. Sebab data itu sangat berhubungan dengan kekuatan tracing masing-masing klaster. "Apakah kita belum selesai men-tracing semua? Ini masih berjalan," ungkapnya. Senada, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menilai Kota Minyak memerlukan waktu. Untuk bisa melepas status pengetatan sosial. Apakah ada opsi selain PSBB, ia hanya menunjukkan ekspresi wajah datar. Menurutnya, penerapan pengetatan sosial di Balikpapan sama saja dengan skenario PSBB. Hanya, selama ini ada beberapa kelonggaran kebijakan. "Apapun itu, masyarakat harus disiplin. Supaya penanganan ini cepat selesai," ujarnya. (ryn/hdd)
Data Positif Corona di Balikpapan Mulai Melambat
Rabu 06-05-2020,18:20 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 27-05-2026,17:01 WIB
Gratispol Kaltim jadi Temuan BPK, Rp1,5 Miliar Harus Dikembalikan Gara-Gara Ini
Rabu 27-05-2026,15:31 WIB
Bupati Kutim Serahkan Penanganan PROPER Merah 9 Perusahaan ke DLH
Rabu 27-05-2026,21:35 WIB
Dari Kebun ke Konservasi, PAMA Latih Petani Kakao Berau Tingkatkan Kualitas Panen
Rabu 27-05-2026,21:00 WIB
Budi Permanto Bebas dari Lapas Tenggarong Setelah Bayar Denda Konversi Pidana
Terkini
Kamis 28-05-2026,12:00 WIB
Pemberitaan Sidang Korupsi Berujung Gugatan terhadap 25 Media di Sumsel
Kamis 28-05-2026,11:04 WIB
Dikira Sudah Punah, Hiu Langka Dunia Tiba-Tiba Muncul di Sungai Kaltara
Kamis 28-05-2026,10:31 WIB
Wamensesneg Klarifikasi Sapi Kurban Prabowo: Ada yang Uang Pribadi
Kamis 28-05-2026,10:00 WIB
Indonesia Surplus Ternak: Stok 3,2 Juta Ekor, Kebutuhan 2,4 Juta
Kamis 28-05-2026,09:31 WIB