Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, musim kemarau tahun ini mengalami pergeseran dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat puncak musim kering di Kaltim, diperkirakan baru berlangsung pada akhir Juli hingga September, bahkan berpotensi berlanjut sampai November.
"Kalau sekarang kita rasakan memang panasnya sudah mulai terasa, tapi hujan masih turun. Alhamdulillah dengan kondisi seperti itu dampak kebakaran secara umum masih relatif lebih sedikit," ujarnya.
BACA JUGA: BPBD Kukar Ingatkan Ancaman Karhutla, Muara Kaman Jadi Wilayah Paling Rawan
Meski demikian, BPBD Kaltim hampir setiap hari masih menerima laporan kejadian karhutla dari berbagai kabupaten dan kota. "Rata-rata penyebabnya karena kelalaian manusia," ungkap Buyung.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan BPBD terus memperkuat langkah mitigasi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Upaya pencegahan, dinilai tetap harus diutamakan agar kebakaran tidak meluas ketika musim kemarau mencapai puncaknya.
BPBD Kaltim juga menekankan, penanggulangan karhutla harus dilakukan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.