2027 Keuangan Daerah Terjun Bebas, Pemkot Bontang Prioritaskan Tiga Sektor Ini

Selasa 04-08-2026,17:36 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Baharunsyah

BACA JUGA:Pemkot Bontang Akan Tertibkan Akun Medsos yang Bikin Gaduh

Turun sekitar 32,11 persen dibandingkan realisasi belanja 2025.

Dari total tersebut, belanja operasi direncanakan sebesar Rp 1,554 triliun atau 77,61 persen. 

Belanja modal sebesar Rp 442 miliar atau 22,9 persen. Sementara belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp 6 miliar atau 0,30 persen.

Selain itu, kebijakan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp 50 miliar yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya.

Agus menegaskan, penurunan belanja bukan berarti perhatian pemerintah terhadap masyarakat berkurang. 

Justru, keterbatasan anggaran mendorong pemerintah lebih selektif dalam menentukan prioritas. 

“Setiap rupiah harus ditempatkan pada kebutuhan yang paling penting,” tegasnya.

Pemkot Bontang pun tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. 

BACA JUGA:Kasus Narkoba Libatkan Remaja Meningkat, SMAN 1 Bontang Gelar Tes Urine Dadakan

Di bidang pendidikan, anggaran diarahkan untuk meningkatkan akses, kualitas ruang belajar, kemampuan dasar siswa, serta kualitas tenaga pendidik.

Di sektor kesehatan, anggaran difokuskan pada pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, dukungan Universal Health Coverage (UHC), peningkatan layanan ibu dan anak, penyediaan obat dan alat kesehatan, serta percepatan penurunan stunting.

Sementara itu, di bidang pekerjaan umum, anggaran diarahkan untuk perbaikan jalan rusak, drainase, penanganan banjir, peningkatan akses air minum dan sanitasi, serta pemeliharaan infrastruktur.

Pada sektor perumahan dan permukiman, perhatian diberikan pada penanganan rumah tidak layak huni, sanitasi lingkungan, serta kawasan yang masih membutuhkan penanganan.

Di bidang ketenagakerjaan dan ekonomi, anggaran difokuskan pada pelatihan kerja sesuai kebutuhan industri, peningkatan keterampilan dan sertifikasi, penempatan tenaga kerja, serta pendampingan UMKM, termasuk kemudahan perizinan dan akses pembiayaan.

Sektor pangan, pertanian, dan perikanan juga mendapat perhatian melalui upaya menjaga ketersediaan bahan pangan, mendukung produksi lokal, serta meningkatkan pengolahan dan pemasaran hasil.

Kategori :