BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Keuangan Bontang pada 2027 berpotensi krisis atau anjlok. Kekhawatiran itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.
Agus Haris mengatakan, anggaran pendapatan daerah Bontang pada 2027 direncanakan sebesar Rp 1.95 Triliun.
Angka tersebut lebih rendah sekitar 31,39 persen dibandingkan realisasi pendapatan 2025.
"Penurunan ini tidak lepas dari kebijakan transfer ke daerah yang juga mengalami penyusutan,” kata Agus Haris dalam Rapat Paripurna Penandatanganan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pada 2026, transfer ke daerah sempat tercatat sebesar Rp 993 triliun.
BACA JUGA:Jejak Admin Akun Anonim yang Diduga Memeras Dirut PT PSE di Bontang sudah Terlacak
Sementara untuk 2027 diperkirakan hanya berada di kisaran Rp 710 triliun hingga Rp 800 triliun.
Kondisi serupa juga terjadi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Proyeksi pendapatan daerah 2027 diperkirakan sebesar Rp 11,74 triliun.
Turun drastis dibandingkan penyerapan tahun anggaran 2026 sebesar Rp 14,25 triliun, atau berkurang sekitar Rp2,51 triliun (17,6 persen).
Agus Haris menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu dipahami bersama.
Mengingat, sebagian besar pendapatan Kota Bontang masih bergantung pada transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.
“Kita tidak dapat menyusun belanja berdasarkan dana yang belum pasti. Anggaran yang baik bukan yang paling besar, tetapi yang realistis."
"Juga dapat dilaksanakan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Seiring penurunan pendapatan, belanja daerah Kota Bontang tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp 2,34 triliun.