Gaya Hidup Timothy Ivan Triono Tuai Polemik, DPR RI Akan Panggil Qodari
Gaya hidup Timothy Ivan Triono, Deputi II Bakom RI disorot publik. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai gaya hidup yang ditunjukkannya terkesan flexing dan tidak mencerminkan keteladanan seorang pejabat pemerintah.-- dok. Disway--
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Sosok Timothy Ivan Triono kini tengah menjadi sorotan. Itu setelah gaya hidupnya di media sosial mencuat dan mendapat perhatian publik.
Timothy diketahui merupakan Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang turut berada di balik komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Sorotan terhadap Timothy mengemuka setelah Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai gaya hidup yang ditunjukkannya terkesan flexing dan tidak mencerminkan keteladanan seorang pejabat pemerintah.
Sugiat Santoso menilai perilaku tersebut dapat berdampak terhadap citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dinilai kerap flexing dan menunjukkan gaya hidup hedon.
Baca Juga: Mabes Polri Ambil Alih Kasus Kapal Virgo, 93 Korban Masih dalam Pencarian
Sebagai informasi, gaya hidup Deputi II Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Timothy Ivan Triyono juga menjadi bahan perbincangan di media sosial.
Dalam unggahan yang diposting oleh akun Instagram @opposite6890.recon, Ivan juga pernah tersandung kasus suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Bahkan, ia mengembalikan uang Rp 200 juta ke rekening penampungan KPK.
Bukan hanya gaya hidupnya yang hedon, Ivan diduga terlibat manipulasi anggaran Bakom di balik Mutual Agency. Anggaran belanja media untuk NTV dikorupsi Rp 1,5 miliar, lalu dibagi-bagikan ke agency lain jadi bancakan.
Dan yang paling menyolok: seorang Deputi menggunakan Patwal, sementara pejabat lain berusaha tampil sederhana. Ini bukan pelayanan,ini melegalkan/arogansi kekuasaan.
Baca Juga: SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Terbit, Apakah Berstatus Pegawai BUMN?
Disorot DPR
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso menilai, perilaku tersebut tidak mencerminkan keteladanan yang seharusnya ditunjukkan pejabat pemerintah. Ia menekankan perilaku tersebut dinilai dapat berdampak terhadap citra pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Bakom ini kan tugasnya untuk membangun citra yang positif terkait dengan pemerintahan Presiden.Jangan malah sudah tidak mampu membangun citra yang positif terhadap Presiden, malah mendegradasi pemerintahan Prabowo dengan perilaku-perilaku yang tidak menjadi teladan,”ujar Sugiat saat dihubungi, Jumat, 26 September 2026.
Menurutnya, perilaku pejabat pemerintah seharusnya mencerminkan empati terhadap masyarakat. Terlebih, Presiden Prabowo telah mengingatkan jajaran pemerintah untuk memberikan keteladanan kepada rakyat.
“Prinsipnya kita mengecam dan menyesalkan perilaku oknum Deputi Bakom yang flexing, bergaya hidup hedon. Ini tidak mencerminkan apa yang menjadi perintah dari Pak Prabowo bahwa kita harus berempati terhadap rakyat dan harus memberikan contoh keteladanan kepada rakyat,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id
