Pesona Rantau Buta di Paser: Air Terjun 8 Tingkat hingga Satwa Endemik

Senin 27-07-2026,14:43 WIB
Reporter : Muhammad Sahrul
Editor : Baharunsyah

"Untuk mencapai lokasi tersebut dibutuhkan trekking sekitar satu jam," jelas Bambang.

BACA JUGA:Cegah Penipuan Travel Umrah, Kemenhaj Paser: Cek Legalitas di Aplikasi Nusuk dan Siskohat

Bagi wisatawan yang menyukai tantangan lebih ekstrem, tersedia pula jalur menuju air terjun di pedalaman hutan dengan waktu tempuh sekitar lima jam berjalan kaki. 

Karena medan yang cukup panjang, pengunjung disarankan menghabiskan sedikitnya dua malam di kawasan tersebut agar dapat menikmati seluruh keindahan alam secara maksimal.

Tidak hanya panorama alamnya yang memikat, Rantau Buta juga menjadi surga bagi fotografer satwa liar. 

Hutan yang masih terjaga membuat berbagai satwa endemik Kalimantan masih mudah ditemukan.

"Kalau sore hari saat susur sungai pulang ke kampung, sering terlihat rombongan bekantan di pucuk-pucuk pohon tepi sungai." 

"Burung enggang juga hampir setiap hari terlihat. Bahkan kalau masuk lebih jauh ke hutan, tupai terbang hingga bekas jejak beruang madu masih bisa ditemukan," tuturnya.

Meski berada di tengah belantara, Bambang memastikan kawasan wisata Rantau Buta aman dikunjungi, termasuk bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.

BACA JUGA:Pemkab Paser Ajukan Perubahan Perda Baru untuk Perkuat Fiskal Daerah

Untuk mencapai lokasi, perjalanan dari Tanah Grogot menuju Batu Kajang memerlukan waktu sekitar 1,5 jam, kemudian dilanjutkan sekitar 30 menit menuju Desa Rantau Buta. 

Akses jalan menuju desa telah menggunakan batu keras sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat.

Demi menunjang kenyamanan wisatawan, Pokdarwis menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari penyewaan tenda berkapasitas dua hingga delapan orang, kompor portabel, meja dan kursi lipat, lampu penerangan, perahu karet, kano, hingga perlengkapan keselamatan seperti rompi pelampung dan helm.

Menariknya, seluruh pengalaman wisata tersebut dapat dinikmati dengan tiket masuk yang sangat terjangkau. 

Yakni hanya Rp10.000 per orang sebagai biaya swadaya.

Salah satu paket wisata yang paling ditunggu wisatawan hadir saat musim durian tiba. 

Kategori :