180 Warga Samarinda Positif HIV, Pemerintah Sediakan Obat Gratis

Kamis 23-07-2026,12:01 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Hariadi

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Sebanyak 180 warga Kota Samarinda terdeteksi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) dari sekitar 19 ribu orang yang telah menjalani skrining hingga Mei 2026. 

Pemerintah memastikan seluruh pasien dapat mengakses pengobatan HIV secara gratis melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda.

Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, skrining HIV di Samarinda masih berjalan sesuai target. Hingga Mei 2026, sekitar 45 persen dari target pemeriksaan tahun ini telah tercapai.

"Masih on the track. Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini tetap di atas 90 persen," ungkap Ismed, Rabu (22/7/2026).

BACA JUGA: 180 Kasus HIV Ditemukan di Samarinda, Gay Masih Mendominasi

Dari lebih 180 orang yang dinyatakan positif HIV, sekitar 140 orang telah menjalani terapi sesuai standar pelayanan kesehatan. Dinkes terus melakukan pendampingan kepada pasien lainnya agar segera memulai pengobatan.

Ismed menegaskan, seluruh layanan pengobatan HIV diberikan secara gratis. Obat antiretroviral (ARV) tersedia di puskesmas maupun fasilitas kesehatan swasta yang telah bekerja sama dengan Dinkes Samarinda.

"Pengobatan HIV itu gratis. Kita siap di fasilitas kesehatan kita, baik di primer, di puskesmas maupun swasta yang bekerja sama," tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh obat HIV dalam program tersebut disediakan oleh pemerintah pusat sehingga pasien tidak perlu khawatir terhadap biaya terapi.

BACA JUGA: 87 Orang Dinyatakan Positif HIV dari 6.800 Warga Berau yang Jalani Tes di 2025

"Obat HIV gratis dan seluruhnya disediakan oleh pemerintah pusat," lanjutnya.

Sementara itu, tingginya capaian pelayanan kesehatan membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memilih Samarinda sebagai lokasi supervisi pelaksanaan program HIV.

Tim Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes melakukan supervisi di Kantor Dinkes Samarinda pada 21 Juli 2026 untuk mempelajari strategi daerah dalam mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

"Kenapa datang ke Samarinda? Karena capaian SPM di Kota Samarinda baik," ujar Ismed.

BACA JUGA: Pemprov Kaltim Temukan 1.018 Kasus HIV Sepanjang 2025, Perluas Skrining Hingga 272 Faskes

Kategori :