KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Belanja kambing guling dan karangan bunga yang dianggarkan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Timur menjadi perhatian Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kutum.
Pengeluaran tersebut dinilai boros, karena hanya bersifat seremonial.
Ketua Pansus LKPJ DPRD Kutim, Hepnie Armansyah, mengungkapkan bahwa salah satu perhatian Pansus tertuju pada belanja kegiatan yang bersifat seremonial dan administratif.
Termasuk pengadaan konsumsi kegiatan seperti kambing guling hingga karangan bunga.
Menurut Hepnie, anggaran Sekretariat Daerah yang mencapai Rp597,14 miliar pada Tahun Anggaran 2025 seharusnya menjadi contoh bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang efektif dan terukur.
BACA JUGA:Komisi C DPRD Kutim Desak Percepatan Penyelesaian Ring Road untuk Jalan Alternatif Bus Tambang
“Yang menjadi perhatian kami bukan semata-mata nilai anggarannya, tetapi bagaimana anggaran itu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat d konfirmasi, Minggu 7 Juni 2026.
Dari total anggaran tersebut, Pansus mencatat porsi terbesar masih berada pada belanja operasi, belanja barang dan jasa, serta berbagai kegiatan pendukung administrasi pemerintahan.
Dalam telaah dokumen anggaran, Pansus menemukan sejumlah komponen yang dianggap terlalu dominan untuk kebutuhan birokrasi.
Beberapa di antaranya meliputi belanja konsumsi, jamuan tamu, karangan bunga, pengadaan bahan cetak, bahan bakar minyak, kendaraan dinas, mebel, hingga berbagai kegiatan koordinasi, monitoring dan evaluasi.
Hepnie menegaskan, DPRD tidak melarang kebutuhan operasional pemerintahan.
BACA JUGA:DPRD Kutim Agendakan Pemanggilan Perusahaan Daftar Merah PROPER 2024-2025
Namun, penggunaan anggaran harus mempertimbangkan aspek manfaat dan urgensi.
Terlebih di tengah tuntutan pembangunan daerah yang masih cukup besar.
“Kami ingin ada keseimbangan. Jangan sampai belanja pendukung terlalu besar sementara masyarakat masih membutuhkan peningkatan layanan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan air bersih,” kata Politisi PPP ini.