Meski Anggaran Defisit, Gaji Guru Swasta dan Pegiat Agama di Bontang Masih Aman
Wali Kota Bontang Neni Moerniani.-Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Pemkot Bontang tetap memberikan alokasi anggaran kepada guru-guru swasta dan pegiat agama berupa gaji bulanan. Alokasi anggaran yang diberikan senilai Rp 66 miliar.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, alokasi tersebut terdiri dari Rp 43 miliar untuk guru swasta dan Rp 23 miliar bagi penggiat agama.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi kolaboratif antara pemerintah dan sektor non-negeri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab bersama. Kami hadir, tapi lembaga swasta juga harus memastikan mutu pendidikannya terus meningkat,” katanya, Selasa, 21 Juli 2026.
BACA JUGA:9 Investor Tertarik Kelola Pulau Beras Basah
Baginya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
Peran sekolah swasta dan para penggiat agama dinilai sangat penting dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
Dengan adanya dukungan anggaran tersebut, diharapkan para penerima bantuan mampu meningkatkan kompetensi, baik dalam aspek pengajaran maupun pembinaan moral masyarakat.
BACA JUGA:PAD Pariwisata Bontang Tembus Rp276 Juta, Lampaui Target 168 Persen
“Ini kolaborasi. Pemerintah membantu, tapi kualitas harus tetap dijaga oleh masing-masing lembaga,” tambahnya.
Namun, di balik komitmen tersebut, Pemkot Bontang juga dihadapkan pada realitas keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kondisi ini membuat pemerintah harus mengambil langkah selektif.
BACA JUGA:Antrean Panjang Kendaraan Kerap Terjadi di SPBU Bontang, Ini Kata Pertamina Patra Niaga
Neni memastikan, tahun ini tidak ada penambahan penerima bantuan baru. Baik untuk guru swasta maupun penggiat agama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
