Menanggapi keluhan pedagang terkait sepinya pengunjung, Pemerintah Kabupaten PPU berencana mengkaji ulang tata ruang transportasi di sekitar pasar.
BACA JUGA: Kuota Elpiji 3 Kilogram di PPU 5,18 Metrik Ton Setahun, Stok Diklaim Aman
BACA JUGA: Soal Kelangkaan Elpiji, Sekda PPU Minta KUKM Perindag Turun ke Lapangan
"Pedagang di Pasar Induk Penajam mengeluhkan kurangnya pembeli. Ini tentu perlu kita carikan solusi. Salah satu yang bisa dikaji, bagaimana jika terminal yang ada di Penajam dipindahkan ke belakang pasar agar arus transportasi dan pergerakan masyarakat bisa lebih mendukung aktivitas pasar," ungkap Waris.
Selain harga cabai, persoalan elpiji 3 kilogram menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Waris mengaku menerima laporan adanya lonjakan harga gas melon di tingkat pengecer yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Ada laporan harga elpiji kilogram di tingkat pengecer bisa mencapai Rp30 ribu, Rp35 ribu, bahkan ada yang menyampaikan sampai Rp40 ribu. Ini harus diseriusi. Saya minta dinas terkait bersama unsur di lapangan segera meluruskan persoalan ini," tegasnya.
BACA JUGA: Pelabuhan Speedboat Penajam Resmi Dikelola Pemprov Kaltim
BACA JUGA: Pemkab PPU Tetap Pertahankan Keberadaan Guru Non ASN
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying karena stok bahan pangan dan kebutuhan pokok di PPU dinilai masih mencukupi menjelang Iduladha.
“Ini harus diseriusi. Saya minta dinas terkait bersama unsur di lapangan segera meluruskan persoalan ini,” tutup Waris.