Veri saat menunjukkan kartu keluarga (KK) Balikpapan. (Hafizh/Disway) -- Balikpapan, Diswaykaltim – Berbagai kebijakan dirumuskan Pemkot Balikpapan untuk mengatasi dampak ekonomi dari pandemi. Warga kurang mampu yang terdampak mulai buka suara. Sedikitnya terdapat 12 kepala keluarga (KK) yang terdampak pandemi. Mayoritas kepala keluarga tersebut bekerja sebagai buruh bangunan. “Saya hampir setahun ini tinggal di rumah kosong ini. Yang lain juga sama, tinggal di sini. Tapi hanya 12 rumah saja yang KK Balikpapan. Sisanya bukan KK Balikpapan,” ujar Veri Utomo (44). Sebanyak 12 KK ini menempati Perumahan Metarang RT 57 Kelurahan Sepinggan Baru Blok GG 4 yang tidak dirawat pengembang. Veri mengisahkan awal mula mereka bisa tinggal di perumahan ini. “Saya tidak punya uang. Saya cari kontrakan yang murah. Kemudian saya ketemu dengan orang yang saya anggap sebagai orangtua. Ia menyuruh saya tinggal di sini saja. Saya izin ke pak RT dibolehkan,” ujarnya. Timbal baliknya, ia harus merawat wilayah RT 57 agar tidak rimbun menjadi hutan kembali. Beberapa teman sesama buruh ikut juga tinggal di rumah-rumah tak terawat ini. Beberapa bulan tinggal di rumah-rumah kosong, sempat memunculkan sedikit harapan untuk menata hidup. Namun sebulan terakhir dengan adanya wabah corona, membuat ia dan teman-temannya harus kehilangan mata pencarian. “Kami kerja bangunan di Sepinggan. Tapi sejak ada corona ini, pekerjaan disetop mandor. Kami dirumahkan sudah hampir sebulan. Kami enggak tahu bagaimana lagi hidup selanjutnya,” ulasnya. Sejak dirumahkan dan tidak memiliki penghasilan lagi, Veri dan yang lainnya sempat mencoba menjadi pemulung. Namun karena tidak terbiasa, mereka kesulitan beradaptasi dengan pekerjaan barunya tersebut. “Kami masih mencoba apa saja yang penting bisa beli beras,” ujarnya. Bulan ini hampir 12 KK tersebut tidak bisa membayar BPJS Kesehatan. Lantaran tidak ada uang. “Sebulan ini kami enggak ada penghasilan,” ujar Suprianto (64). Mereka memanfaatkan air hujan untuk mandi, dan minta listrik dari salah satu rumah warga. “Kami berharap dibimbing pemkot. Di sini bisa buat ternak bebek atau kambing. Jadi kami ingin difasilitasi. Sudah sebulan kami kesusahan,” tambah Veri. (bom/hdd)
Dampak Corona, Pekerjaan Disetop Mandor
Senin 20-04-2020,22:42 WIB
Reporter : Disway Kaltim Group
Editor : Disway Kaltim Group
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 25-08-2026,22:11 WIB
Karhutla di Balikpapan Capai 28 Titik, Penyebabnya Bukan Aktivitas Buka Lahan tapi Dipicu Hal Ini
Rabu 26-08-2026,06:01 WIB
Ramalan Cuaca Kaltim dan IKN, 26 Agustus 2026, Cek di Sini!
Selasa 25-08-2026,21:40 WIB
Sepaku Krisis Air Bersih, Pemkab PPU Lobi BWS Amankan Sumber Baku
Selasa 25-08-2026,18:00 WIB
Jalan Poros Muara Muntai-Muara Wis Kukar Putus, Akses Warga 2 Wilayah Terganggu
Selasa 25-08-2026,22:41 WIB
Siap Bantu Jika Diperlukan, Malaysia Apresiasi Tindakan Cepat Indonesia Tanggulangi Karhutla
Terkini
Rabu 26-08-2026,16:15 WIB
Hindari Biaya Tambahan, ASDP Penajam Imbau Pengguna Jasa Beralih ke Pemesanan Tiket Daring Mandiri
Rabu 26-08-2026,15:08 WIB
Aturan Baru Nopol Ganjil-Genap Pelayanan Biosolar Rawan Diakali, Warga Balikpapan Bisa Lapor
Rabu 26-08-2026,14:41 WIB
Kadar Garam Sungai di Sangatta Capai 315,6 Ppm, Perumdam Pastikan Intake IPA Kabo Belum Terdampak
Rabu 26-08-2026,14:16 WIB
Komplotan Pencuri Kabel IKN Asal Balikpapan Digulung Polisi
Rabu 26-08-2026,13:42 WIB