Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Paser menyiapkan langkah mitigasi. Satu di antaranya melalui pendekatan berbasis masyarakat.
BPBD Paser mulai aktif membentuk dan memberdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa yang dianggap rawan karhutla.
BACA JUGA:Akreditasi Prodi UMKT Tanah Grogot Naik, Minat Calon Mahasiswa Meningkat
Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan.
Warga diberikan pemahaman mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, serta didorong untuk menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melakukan patroli lahan secara rutin dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya di desa-desa rawan. Kami juga mendorong pengelolaan lahan tanpa pembakaran sebagai langkah preventif,” pungkasnya.