Waspada Karhutla, 171 Titik Panas Terdeteksi di Paser

Selasa 05-05-2026,15:02 WIB
Reporter : Muhammad Sahrul
Editor : Baharunsyah

PASER, NOMORSATUKALTIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser mencatat sedikitnya 171 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah. 

Dari banyaknya titik hotspot yang terdeteksi, membuat daerah dengan daerah dengan kawasan hutan dan lahan yang luas ini semakin waspada terhadap risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutrla). 

“Data yang kami himpun menunjukkan ada sekitar 171 titik panas yang terpantau. Berdasarkan kondisi curah hujan, status waspada sudah kami tetapkan sejak April lalu,” kata Kepala BPBD Paser, Ruslan Selasa 5 Mei 2026. 

Dijelaskan Ruslan, kondisi geografis dan iklim di wilayah Paser menjadi salah satu faktor utama yang memicu kerawanan karhutla. 

BACA JUGA:DPUTR Paser Bakal Tinjau Kondisi Jembatan Ulin Desa Pasir Mayang untuk Perbaikan

Daerah yang terdiri dari 10 kecamatan ini memiliki karakteristik iklim hutan hujan tropis. 

Namun tetap mengalami periode kering yang cukup signifikan, terutama saat memasuki musim kemarau. 

Apabila mengamati kondisi cuaca beberapa bulan terakhir, penurunan curah hujan mulai terjadi sejak Maret hingga April, hal itu menurutnya menjadi sinyal awal meningkatnya risiko kebakaran. 

“Sebelumnya, pada Januari hingga Februari, intensitas hujan masih tergolong tinggi sehingga mampu menekan potensi munculnya titik panas." 

BACA JUGA:Pemeriksaan BPK Nyatakan 6 Parpol Penerima Bankeu di Paser Tertib Administrasi

"Namun, perubahan pola cuaca belakangan ini membuat kondisi lahan menjadi lebih kering dan rentan terbakar,” ujarnya. 

BACA JUGA:Satpolairud Polres Paser Tebar Spanduk Peringatan Bahaya Buaya di Sejumlah Titik Kawasan Pesisir

Menurutnya situasi tahun ini potensi diperparah dengan adanya ancaman fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca ekstrem dan memperpanjang musim kemarau. 

Jika kondisi ini terus berlanjut, jumlah titik panas diperkirakan akan terus bertambah dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla di berbagai wilayah. 

“Dengan adanya ancaman El Nino, potensi peningkatan titik panas sangat mungkin terjadi, terutama ketika memasuki puncak musim kemarau nanti,” jelasnya. 

Kategori :