Bapenda Bontang Maksimalkan Pajak BCM, Parkir Bahu Jalan Dipantau

Sabtu 02-05-2026,15:59 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Yos Setiyono

BACA JUGA: Jargas Bontang Hampir Rampung, 85,6 Persen dari 10.533 Sambungan Sudah Terpasang

“Restoran dan tempat hiburan harus dipastikan sudah berkontribusi kepada pemerintah daerah, khususnya dalam pembayaran pajak. Di sinilah pentingnya kerja sama antara pengelola dengan para tenant,” jelasnya.

Secara umum, pajak dari pusat perbelanjaan seperti BCM berasal dari beberapa sektor utama.

Antara lain pajak makanan dan minuman, pajak parkir, pajak hiburan, serta pajak reklame.

Dari keempat sektor tersebut, Pajak Makanan dan Minuman menjadi penyumbang terbesar karena tingginya aktivitas transaksi setiap hari.

BACA JUGA: Disnaker Bontang: Bulan Ini 102 Karyawan Tambang di-PHK

Di 2026, Bapenda menargetkan penerimaan pajak dari BCM mencapai Rp 36,5 miliar. Proyeksi realisasi sebesar Rp11,6 miliar.

Khusus pajak makanan dan minuman, target yang ditetapkan mencapai Rp 31,3 miliar dengan proyeksi sekitar Rp 8,4 miliar per tahun.

Meski demikian, hingga 30 April 2026, realisasi penerimaan baru mencapai Rp 3,32 miliar atau sekitar 28,47 persen.

Angka ini menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan kepatuhan dan optimalisasi pajak.

BACA JUGA: BNN Bontang Ingatkan Ancaman Vape Berzat Bius di Kaltim

Natalia menilai, peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak para pelaku usaha tidak hanya berdampak pada pemerintah daerah, tetapi juga kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan.

“Pajak yang dibayarkan itu nantinya kembali untuk pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Jadi ini bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk kontribusi nyata untuk kota,” ucapnya. (*)

Kategori :