BACA JUGA:PDAM Samarinda Pastikan Tarif Air Belum Naik, Meski Harga Bahan Baku Melonjak
"Kalau sampai batas waktu tidak masuk, apa sanksinya harus jelas,” tegasnya.
Ia menilai Pasar Pagi merupakan proyek yang dibangun menggunakan anggaran besar dari uang rakyat, sehingga pemanfaatannya harus maksimal.
Politisi PDIP ini juga menyoroti praktik kepemilikan kios yang berpotensi berubah menjadi investasi pasif.
“Jangan sampai orang punya kios tapi tidak ditempati. Itu yang membuat pasar jadi tidak hidup,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Nurrahmani mengakui DPRD menerima banyak aduan masyarakat terkait distribusi kios Pasar Pagi, termasuk soal pedagang yang merasa belum mendapatkan tempat.
“Dewan ingin tahu perkembangan Pasar Pagi karena memang masyarakat juga ada komplain ke DPRD. Kami juga menerima pengaduan dari berbagai kanal,” jelas Nurrahmani.
BACA JUGA:Andi Harun Sebut WFH ASN Samarinda Hemat BBM 1.900 Liter per Hari
Dia memastikan proses pembagian kios tetap mengacu pada instruksi wali kota, terutama soal prioritas kepada pedagang yang memang aktif berjualan di lokasi tersebut.
“Kami tetap berpegang pada instruksi wali kota, termasuk memastikan yang menerima memang real berjualan di situ,” ucapnya.
Wanita yang akrab disapa Yama ini menegaskan dalam klausul perjanjian penggunaan kios tidak ada ruang bagi penyewa untuk menyewakan kembali kios kepada pihak lain.
“Dalam kontrak jelas tidak boleh menyewakan. Tidak ada bahasa abu-abu. Kalau ada yang terjadi tanpa sepengetahuan kami, tetap aturannya enggak boleh,” tegasnya.
Yama menjelaskan saat ini pihaknya tidak lagi menerbitkan Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan(SKTUB), melainkan hanya perjanjian penggunaan kios maupun kartu pedagang secara penuh. Langkah itu dilakukan agar verifikasi lapangan selesai dan data penerima benar-benar akurat.
“Kalau memang nanti sudah pasti dan benar berjualan, baru kami berikan kartu pedagang,” katanya.
Disdag juga merilis 129 kios tahap lima yang akan dibagikan kepada pedagang. Pengundian direncanakan dilakukan setelah libur akhir pekan.Termasuk pengambilan kunci.
Dari total 2.438 kios, saat ini sekitar 1.500 kios telah terisi. Artinya, masih ada sekitar 900 kios yang belum ditempati.