Bankaltimtara

DPRD: Pasar Pagi Harus Ramai Pedagang, Bukan Pemilik yang Sewakan Lapak

DPRD: Pasar Pagi Harus Ramai Pedagang, Bukan Pemilik yang Sewakan Lapak

Suasana RDP antara DPRD Samarinda dengan Disperindag Samarinda. -Ari/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pasar Pagi dibangun untuk aktivitas perdagangan, bukan tempat oknum pemilik lapak-lapak menyewakan dan tidak benar-benar berjualan. 

Penegasan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD dan Dinas Perdagangan Kota Samarinda, terkait perkembangan penataan dan distribusi kios Pasar Pagi

RDP digelar di DPRD Samarinda pada Rabu 29 April 2026. Rapat ini membahas berbagai persoalan. 

Mulai dari distribusi kios, keterisian lapak, hingga dugaan kios yang sudah dibagikan namun belum ditempati pemiliknya. 

BACA JUGA:Satlantas Jelaskan Kronologi Kecelakaan Beruntun di Samarinda, Berawal dari Tabrak Lari

DPRD pun meminta transparansi penuh atas data penerima kios agar tidak muncul kecurigaan adanya permainan dalam proses distribusi. 

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi. Ia meminta Dinas Perdagangan menyerahkan data lengkap penerima kunci kios.

Termasuk kios yang sudah dibagikan maupun yang masih dalam proses. 

“Kita nanti tetap minta data dari 2.438 kunci yang sudah diserahkan, kemudian kunci-kunci kios yang yang akan diserahkan berikutnya. Siapa yang menerima harus jelas supaya kita sama-sama bisa mengawasi,” kata Iswandi usi RDP. 

Ia menegaskan pengawasan itu penting agar kios benar-benar jatuh ke tangan pedagang yang berhak menempatinya dan aktif berdagang setiap hari. 

BACA JUGA:Sejarah Baru! RSUD IA Moeis Samarinda Berhasil Operasi Tumor Otak Perdana

“Jadi tidak ada lagi persepsi ada permainan di sini. Semua harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya. 

Selain itu, DPRD juga meminta kejelasan tenggat waktu bagi penerima kios untuk mulai beroperasi setelah menerima kunci. 

Menurut Iswandi, pemerintah harus memiliki aturan tegas agar kios tidak dibiarkan kosong terlalu lama. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: