“Bangun integritas sejak dini, pahami tugas masing-masing, dan bekerja dengan orientasi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Suhuk.
Tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks mengharuskan ASN, termasuk PPPK, terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri.
Wabup menegaskan agar PPPK tidak boleh hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Bekerja sebagai ASN bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” serunya.
Pelaksanaan orientasi dilakukan melalui sistem Massive Open Online Course (MOOC) dengan metode pembelajaran mandiri.
Dalam kegiatan ini para peserta dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pendampingan melalui penguatan jasmani, rohani, dan spiritual.
Wabup juga mengingatkan bahwa orientasi PPPK hanya dilaksanakan satu kali selama masa perjanjian kerja.