Literasi Rendah Ancam Daya Saing SDM Balikpapan

Sabtu 11-04-2026,15:41 WIB
Reporter : Salsabila
Editor : Baharunsyah

Peringatan tersebut dinilai relevan bagi Balikpapan yang kini memiliki posisi strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Perkembangan kawasan baru diperkirakan membuka kebutuhan tenaga kerja yang lebih kompetitif, adaptif, dan mampu mengikuti perubahan cepat. 

Apabila kemampuan literasi masyarakat tidak meningkat, peluang ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan IKN dikhawatirkan lebih banyak diisi tenaga kerja dari luar daerah yang memiliki kompetensi lebih siap. 

BACA JUGA:DPRD Balikpapan Kritisi Pengawasan PTMB, Keluhan Air Bersih Dinilai Belum Tertangani

Pemkot sendiri telah menjalankan Festival Literasi Balikpapan ke-5 sejak September 2024 hingga April 2026. 

Program itu melibatkan 128 sekolah dasar, 48 sekolah menengah pertama, dan 4 sekolah menengah atas, dengan total 180 sekolah peserta. 

Koordinator Festival Literasi Balikpapan, Vina Dwi Losari, menjelaskan kegiatan disusun tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca dan menulis di lingkungan sekolah. 

Berbagai agenda digelar selama program berlangsung, mulai dari pelatihan menulis, penguatan literasi sekolah, pengembangan literasi digital, kompetisi internal, fasilitasi penerbitan buku, hingga pengembangan website literasi sekolah. 

"Program ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga proses pembelajaran yang melibatkan siswa dan guru secara aktif," tuturnya. 

BACA JUGA:Pemkot Balikpapan Belum Ambil Sikap soal Rangkap Jabatan ASN, Regulasi Sudah Membatasi

Dari seluruh rangkaian kegiatan, tercatat sebanyak 11.630 karya dihasilkan siswa dan tenaga pendidik dalam berbagai bentuk tulisan dan buku antologi sekolah. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi sekolah dalam gerakan literasi. 

Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan literasi tidak cukup diukur dari banyaknya karya yang lahir. 

Tantangan utama tetap berada pada kebiasaan membaca yang konsisten, kemampuan memahami informasi, serta bagaimana pengetahuan itu digunakan untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. 

Oleh sebab itu, pemerintah daerah didorong memastikan gerakan literasi tidak berhenti pada festival atau lomba. 

Melainkan tumbuh menjadi budaya di rumah, sekolah, dan ruang publik agar berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas SDM Balikpapan.

Kategori :