Minim Fasilitas, Perpustakaan Daerah Kutim Sepi Pengunjung
Kondisi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kutim yang berada di lantai II Gedung Dispursip, di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara.-(Disway Kaltim/ Sakiya Yusri)-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Kondisi perpustakaan daerah (Perpusda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai masih jauh dari kata layak. Fasilitas yang terbatas serta suasana ruangan yang tidak nyaman membuat minat kunjungan masyarakat menjadi rendah.
Perpustakaan yang berada di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kutim itu saat ini menempati lantai II gedung yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.
Di dalam ruangan tersebut, hanya terdapat puluhan rak yang diisi ribuan buku. Namun, keterbatasan ruang membuat penataan buku terkesan padat dan kurang memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Selain itu, kondisi ruangan yang panas menjadi salah satu keluhan utama. Minimnya sirkulasi udara membuat pengunjung tidak betah berlama-lama untuk membaca atau sekadar mencari referensi.
BACA JUGA: Kafe Literasi Hadir di Berau, Formula Baru Dispusip Dongkrak Kunjungan Perpustakaan
BACA JUGA: Kunjungan Perpustakaan Daerah Berau Tembus 12.839 Orang Sepanjang 2025
Situasi ini berdampak langsung terhadap tingkat kunjungan. Perpustakaan yang seharusnya menjadi pusat literasi masyarakat justru terlihat sepi dari aktivitas pembaca, baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa.
Salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta, Ayyub, menjadi salah satu pengunjung yang merasakan langsung kondisi tersebut. Ia mengaku kurang nyaman saat berada di dalam perpustakaan.
“Tempatnya panas, bukunya sedikit, dan ruang membacanya juga tidak ada,” keluh Ayyub, senin 13 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya dan mahasiswa lain enggan berlama-lama di perpustakaan, meskipun lokasi fasilitas itu cukup strategis dan dekat dengan sejumlah kampus di Sangatta.

Pengunjung menilai Perpusda Kutim lebih layak disebut sebagai gudang arsip, karena panas dan tidak dilengkapi ruang baca.-(Disway Kaltim/ Sakiya Yusri)-
BACA JUGA: Dari Novel Populer hingga Wifi Gratis, Perpustakaan Balikpapan Jadi Tempat Favorit Anak Muda
BACA JUGA: Dispusip Berau Gagas Perpustakaan Buka Jam Malam
Ia menilai, seharusnya perpustakaan daerah dapat menjadi ruang belajar yang nyaman dan mendukung aktivitas akademik mahasiswa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
